Wed. Jun 26th, 2019

Inilahjambi – Pemilik sebuah tempat hiburan di bilangan Kotabaru, Kota Jambi, mengaku tidak menyediakan tempat untuk prostitusi. Meski tutup hingga pukul 03.00 pagi, mereka mengaku hanya menyediakan minuman dan tempat hiburan berupa karaoke.

“Tidak bisa, kami tidak melayani prostitusi,” kata M, salah seorang manajer tempat hiburan di pinggiran Kota Jambi, kepada inilahjambi, pekan pertama bulan Juli 2017.

Inilahjambi bersiasat dengan cara memesan ruangan karaoke:

“Berapa sewa ruangan karaoke,?”
“Paket 2 jam Rp550 ribu. Sampai pagi bisa,”
“Dapat apa saja,?”
“Minuman, rokok dan ditemani pemandu lagu,”
“Bisa berhubungan seks (dengan pemandu lagu)?
“Tidak bisa,”

Baca juga:

Inilahjambi mencoba merayu salah satu pemandu lagu. berkali-kali dirayu, berkali-kali pula dia menolak, dengan alasan takut dimarahi bos, karena tempat itu bukan tempat layanan seks.

“Tapi kalau mau kita keluar (di hotel). Tinggal permisi sama bos saja” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, inilahjambi juga berbicara dengan sejumlah Pekerja Seks Komersial melalui aplikasi online WeChat. Selain perempuan, penyedia layanan seks di aplikasi itu adalah waria.




\

Manajemen sejumlah hotel dan pemilik rumah kos yang disebut dalam obrolan itu belum dapat dihubungi. Dalam perda pemberantasan Protitusi dijelaskan, setiap orang dan/atau badan dilarang memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk terjadinya tindak pidana pelacuran dan tindak pidana kesusilaan akan dikenai sanksi pidana sampai penutupan izin usaha.

 

 

(Nurul Fahmy)

Sudah dibagikan