Sun. Jun 16th, 2019

Ck..Ck..Ck, Foto Susno Duadji ke Sawah, Ternyata Ada Pistol Dipinggangnya

Inilahjambi – Foto mantan Kabareskrim Komjen Pol (purn) Susno Duadji bertani sawah beberapa hari ini ramai menghiasi media-media online dan medsos. Ada yang memuji, ada juga yang menganggap hanya sebagai pencitraan karena ingin maju dalam Pilgub Sumatera Selatan (Sumsel).

Tudingan itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, foto Susno Djuadji bertani sawah terlihat sangat tidak alami.

Ada 4 foto yang diunggah di fanpage Facebook Susno Duadji. Semuanya diduga tidak alami alias dibuat-buat. Pakaian yang dikenakan Susno Duadji sama sekali tidak kotor, begitu pula dengan cangkul yang dia bawa.

Belum lagi, padi yang ada di foto itu sedang menguning dan sedikit kemungkinan sawahnya habis dicangkul.

Parahnya, salah satu foto menunjukkan Susno memanggul cangkul bersih sambil berjalan di pematang sawah. Anehnya, di pundak ada cangkul, tapi di pinggang sebelah kiri, terlihat sebuah benda mirip pistol.

Benda itu diselipkan di balik celana panjang Susno Duadji. Benda itu kemungkinan besar pistol dan bukan golok. Sebab, jika benda itu adalah golok, maka tidak seharusnya diselipkan di balik celana, melainkan di luar celana.

Sejumlah netizen menyebut foto-foto tersebut sengaja disebar tim sukses Susno Djuadji untuk menarik simpati masyarakat.

Namun tidak sedikit komentar yang mendukung Susno. Seperti David Hendrawan yang berkomentar di Facebook Susno.

Belum diketahui apakah benar akun Facebook tersebut milik Komjen (purn) Susno Duadji atau dibuat oleh orang lain. Yang jelas, dalam foto tersebut tampak Susno mengenakan kaos, topi belel sambil menenteng cangkul di tengah sawah. Tak hanya itu, sebuah handuk lusuh menghiasi pundaknya.

Di laman fanpage Facebook-nya, Susno Duadji membeberkan kisah hidupnya sejak pensiun dari Polri. Dia mengatakan, kini lebih banyak tinggal di kampung halaman untuk bertani mengerjakan lahan warisan orang tuanya. Selain itu, dia juga berkebun dan membuat kolam ikan.

“Sawah ini adalah warisan orang tua saya yang juga petani, luasnya tidak seberapa,” imbuh Susno Duadji.

“Sekarang saya garap sendiri, beneran loh!!! Persoalan yg kami hadapi khususnya untuk petani padi adalah murahnya harga beras/ gabah saat di musim panen sehingga biaya produksi, ongkos garap, pupuk, obat-obatan, benih tidak sebanding dng uang yg didapat dari hasil jual beras / gabah,” tandas Susno Duadji.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
(Muhammad Ikhlas/Batamnews)

Sudah dibagikan