Sab. Okt 20th, 2018

Debt Collector Adira Finance di Jambi Tarik Kendaraan Pemotor di Jalan

Ilustrasi

Inilahjambi – Aksi penagih utang alias debt collector semakin merajalela di Kota Jambi. Pasalnya, mereka tak segan-segan mengambil kendaraan konsumen di tengah jalan.

Hal tersebut dialami D (30) warga Kelurahan Sungai Puteri Kecamatan Danau Sipin. Dijelaskan D, kejadian bermula ketika dirinya berhenti di salah satu warung di kawasan Simpang Pulai Kota Jambi. Sesaat itu ia di datangi orang yang tak di kenal sebanya tiga orang.

Dan, orang tersebut menanyakan kendaraan yang di gunakan D itu milik siapa, D menjelaskan kendaraan tersebut milik dirinya namun surat menyurat atas nama mantan isterinya.

Kemudian, pria yang belakangan di ketahui nama Robby dan Andre itu menjelaskan kalau motor tersebut telah mengalami tunggakan dan harus dibawa ke kantor Adira Finance. Namun D merasa tidak ada wewenangnya debt collector untuk melakukan eksekusi dan berkeras tidak mau untuk dibawak.

“Roby bilang, ikut ke kantor saja, nanti bikin perjanjian kapan mau di lunasi. Dan, silahkan bawa pulang kendaraannya,” ujarnya.

lanjutnya, sesampai di kantor Adira Finance D diwajibkan membayar uang senilai Rp. 14 juta jika mau membawa pulang kendaraan miliknya. Namun D merasan tidak sesuai jumlah utang pokok Rp 2,3 juta dengan biaya denda keterlambatannya sebesar Rp. 12 juta.

“Yang benar saja saya harus bayar denda sebesar Rp 12 juta, mending saya beli motor baru,” ujarnya.

Selanjutnya D berkeras ingin membawa motor miliknya pulang namun di hadang oleh tiga orang Debt collector yang bekerja di PT Putra Arafah Indonesia. Karena D merasa tak berdaya akhirnya menyerahkan itu, akan tetapi kunci dan STNK kendaraan tidak di serahkan ke pihak debt collector.

Sore hari, D melapor ke Polresta Jambi. Namun oleh polisi, kata D, kejadian itu dinilai tidak ada memenuhi unsur pidana.

Sebelumnya Polri gencar menciduk preman dan preman berkedok Debt Collector yang meresahkan masyarakat karena adanya teror dari Debt Collector di jalanan hingga mengambil motor atau mobil konsumen yang terlambat membayar.

”Apapun itu alasannya kalau meresahkan masyarakat wajib ditindak lanjuti polisi, itu bagian dari teror pada masyarakat. Kami ingin Indonesia tenang, kondusif, aman menjelang Pilgub dan Pilpres 2019 ini. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami ” jelas Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian seperti yang dilansir Tribratanews beberapa waktu lalu.

Dengan alasan apapun hal itu tidak bisa dibenarkan. Karena sudah diatur Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.

Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit yang didaftarkan ke fidusia adalah pihak kepolisian, bukan lah preman berkedok Debt Collector.

Sedangkan pihak leasing harus mematuhui  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 tentang perbankan.

 

 

Payoo komen Bro...

- ---
Sudah dibagikan