Sab. Nov 17th, 2018

Diduga Menghina Prabowo-Sandiaga Uno, Ketum PPP Dilaporkan ke Bawaslu

Inilahjambi.com — Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Romahurmuziy atau Romi dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) atas tuduhan melakukan penghinaan dan penghasutan ke masyarakat.

Pelapor merupakan Tim Advokat Milenial Indonesia.

Mereka menyebut, Romi melakukan penghinaan terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan menghasut masyarakat lantaran menyebut tim Prabowo-Sandiaga menduplikasi cara berkampanye Donald Trump.

Penyematan identitas Donald Trump pada tim Prabowo-Sandiaga dinilai pelapor menimbulkan sentimen negatif yang tidak baik.

“Pada 31 Oktober di Senayan di DPR bahwa dia (Romi) menyatakan bahwa tim Prabowo-Sandi menduplikasi cara berkampanyenya Donald Trump,” kata kuasa hukum pelapor, Hendarsam Marantoko di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018). Dikutip dari tribunnews.com

“Intinya bahwa beliau melakukan penghinaan dan penghasutan kepada masyarakat terkait dengan yang di statement-kan tersebut,” sambungnya.

Hendarsam mengatakan, tindakan Romi itu merupakan bentuk narasi berbau kebohongan.

Sebab, Prabowo-Sandiaga sama sekali tidak mengadopsi cara berkampanye Trump.

Ia mengklaim, pasangan capres-cawapres nomor 02 itu justru mengadopsi nilai-nilai Pancasila, dan nilai-nilai yang ada di masyarakat dan para tokoh pendiri bangsa.

Atas tindakan Romi itu, Hendarsam menuding yang bersangkutan melanggar pasal 280 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang larangan dalam pemilu.

“Hal-hal seperti ini lah yang patut kita sayangkan, gimana kita mengedepankan demokrasi yang sejuk, yang beretika, yang bermartabat dan mengandalkan program, ternyata sebaliknya,” ujar Hendarsam.

--------------a
Sudah dibagikan