Sab. Okt 20th, 2018

KPK Bidik Belasan Kontraktor Proyek di Jambi…

Foto: Gubernur Jambi Zumi Zola mengenakan rompi orange pada setelah diperiksa KPK pada Selasa 9 April 2018 dalam kasus gratifikasi sejumlah proyek di Jambi/Detik.com

Inilahjambi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin mengintensifkan pengungkapan kasus gratifikasi yang dilakukan Guvernur Jambi Zumi Zola. Dalam waktu berdekatan, sudah belasan saksi yang diperiksa. Para saksi umumnya adalah kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek di Jambi. Hingga 3 tahap pemanggilan saksi, belum ada yang berasal dari kalangan birokrat.

Berita utama:

Breaking News: Zumi Zola Berompi Orange dan Jadi Tahanan KPK…

Hari ini, Senin 16 April 2018, KPK memeriksa 7 orang pihak swasta (kontraktor) untuk dimintai keterangan.

“Penyidik memanggil tujuh saksi untuk tersangka ZZ (Zumi Zola),” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin 16 April 2018.

Berdasarkan rilis pemeriksaan KPK, para saksi yakni, H. Ismail Ibrahim alias Mael, Direktur Utama PT Merangin Karya Sejati.

Nano, Staf PT Merangin Karya Sejati. Hardono Aalias Aliang, swasta, Irawan Nasution Direktur Hendy Mega Pratama, Djamino, Direktur PT Blistik Jaya, Abdul Kadir Dirut PT Usaha Batanghari, dan Fatmawati Dirut Dua Putri Persada.

Sebelumnya, pada Jumat 13 April 2018, KPK juga memeriksa 6 orang kontrkator/swasta Mereka yakni, Karyadi (swasta), Suarto Direktur PT Nai Adipati Anom, Furqon, Direktur PT Sarang Teknik Canggih, Cecep Sunarya (swasta) Endria Putra, Ketua LPJKD Jambi dan Widrianto Direktur PT Bintang Mega Raksa.

Pada pemeriksaan perdana pascapenahanan Zola, 11 April 2018, KPK juga memeriksa 6 orang. Mereka yakni: Sahat Dolly Tambunan selaku Direktur CV Aron Putra Pratama Mandiri, Hasanuddin selaku Direktur Utama PT Giant Eka Sakti, dan Paut Syakirin selaku pihak swasta.

Kemudian, Arnold selaku Direktur PT Andica Persaktian Abadi, Kendrie Aryon alias Akeng selaku Direktur PT Perdana Lokaguna, dan Rudi Ardiansyah selaku pemilik CV Sorot Jambi.

Berita Terkait:

6 Kontraktor “Kakap” Jambi Diperiksa KPK

 

Dalam kasus ini, Zumi selaku Gubernur Provinsi Jambi dan Arfan selaku Kadis Pekerjaan Umum (PU) Jambi diduga menerima uang sebesar Rp 6 miliar dari beberapa kontraktor terkait proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

KPK menduga uang itu digunakan sebagai uang ‘ketok’ kepada sejumlah anggota DPRD Jambi untuk mengesahkan RAPBD Provinsi Jambi 2018.

 

 

(Nurul Fahmy/Fitri H)

Payoo komen Bro...

- ---
Sudah dibagikan