Tue. Jul 16th, 2019
Artis Ayu Tingting pamer jari usai mencoblos/Foto: Tempo.co

Artis Ayu Tingting pamer jari usai mencoblos/Foto: Tempo.co

MK Larang Sebar Hasil Hitung Cepat Pemilu, Pembangkang Didenda Rp 18 Juta

Sumber Detik.com

Inilahjambi – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan larangan untuk menyebarkan quick count sebelum pukul 15.00 WIB. Bagi yang melanggar, akan dipidana 18 bulan penjara dan denda paling banyak Rp 18.000.000 (delapan belas juta rupiah).

Baca juga: Sore Ini, Bawaslu Umumkan Hasil Penelusuran Skandal Surat Suara di Malaysia

Hal itu seiring dengan MK memutuskan menolak permohonan pemohon yang terdiri dari lembaga survei dan beberapa stasiun televisi.

“Pemohon memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan a quo. Menolak permohonan provisi pemohon 1-6 untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Anwar Usman dalam sidang di gedung MK, Selasa 16 April 2019.

Alhasil, pasal yang dimaksud tetap dan tidak berubah. Yaitu Pasal 449 ayat 5:

Pengumuman prakiraan hasil penghitungan cepat Pemilu hanya boleh dilakukan paling cepat 2 (dua) jam setelah selesai pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat.

Lihat lagi: Berkonvoi Usai Pencoblosan 17 April Bakal Ditindak

Bagi yang melanggar Pasal 449 ayat 5, diancam hukuman 18 bulan penjara. Hal itu sesuai dengan bunyi Pasal 540 ayat 2:

Pelaksanaan kegiatan perhitungan cepat yang mengumumkan prakiraan hasil perhitungan cepat sebelum 2 jam setelah selesainya pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449 ayat 5, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 18.000.000 (delapan belas juta rupiah).

Sudah dibagikan