Kam. Des 13th, 2018

Pengakuan Apif Soal Kelakuan Anggota DPRD Jambi, Zola: Kok Kita Kayak Diperas?

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola tampak membisikkan sesuatu pada salah seorang pengacara dalam sidang lanjutan perkaranya di Pengadilan Tipikor Jakarta/Sumber:detikcom

Inilahjambi- Wakil Ketua DPRD Jambi Zoerman Manap disebut pernah meminta uang ketok palu pembahasan APBD Jambi. Zumi Zola yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jambi diklaim merasa keberatan.

Hal itu disampaikan Apif Firmansyah yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Zumi. Dalam surat dakwaan Zumi, Apif disebut sebagai bendahara timses Zumi saat Pilgub Jambi sekaligus asisten pribadi Zumi.

“Pak Zoerman menyampaikan pimpinan dan anggota minta uang ketok palu Rp 200 juta per orang dan pimpinan beda, minta lebih,” ujar Apif saat bersaksi dalam sidang Zumi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis 20 September 2018.

Apif kemudian mengaku melaporkan permintaan Zoerman ke Zumi. Namun Zoerman saat ini sudah meninggal dunia sehingga tidak bisa dikonfrontasi.

“Pak Gubernur agak marah, ‘Kenapa dewan minta duit? Kok kita kayak diperas’,” ucap Apif menirukan ucapan Zumi.

Kemudian, Apif mengatakan bila Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Jambi Dodi Irawan juga dimintai uang oleh anggota dewan. Zumi pun memerintahkan Apif untuk menyelesaikan permasalahan itu.

“Saya diminta beliau (Zumi) lobi untuk tidak usah pakai uang. Memang tidak bisa kalau tidak pakai duit, tidak jadilah barang ini,” ujar Apif.

“Setelah itu bagaimana?” tanya ketua majelis hakim Yanto.

“Saya sampaikan Pak Gubernur, ‘Aduh, uruslah itu, Pif’,” ucap Apif kembali menirukan ucapan Zumi.

Apif pun bergerak bersama Dodi mengumpulkan duit dari rekanan kontraktor dengan imbalan proyek di Jambi. Dia meminta waktu ke Zoerman selama 1 bulan untuk mengumpulkan jatah bagi para anggota dewan. Namun, Apif mengaku tidak tahu kelanjutannya karena yang bekerja mengumpulkan uang adalah Muhammad Imaduddin alias Iim dan Kusnindar.

“Tidak tahu, karena Iim dan Kusmindar yang di lapangan,” kata Apif.

Dalam perkara ini, Zumi didakwa menerima gratifikasi dengan total nilai Rp 44 miliar dan mobil Alphard. Gratifikasi itu disebut diterima Zumi sejak dia menjabat sebagai Gubernur Jambi.

Selain itu, Zumi Zola juga didakwa menyetor Rp 16,490 miliar ke DPRD Jambi. Uang itu disebut untuk mempermuluskan pengesahan Rancangan Perda APBD Jambi tahun 2017-2018.

Baca juga:

KPK Sudah Beri Sinyal akan Ada OTT di DPRD, Anggota Dewan Masih Ngotot Minta Duit Suap?

 

 

 

Sudah dibagikan