Sen. Des 17th, 2018

Sedang Main di Kolam, Cucu Menko Polhukam Tercebur dan Tewas, Firasat Ayahnya dalam Pesawat…

Ilustrasi/net

Inilahjambi – Cucu Menko Polhukam Wiranto, Achmad Daniyal Alfatih, meninggal dunia siang tadi. Ayah Achmad, Abdi Setiawan, menerima dengan ikhlas kepergian anak bungsunya itu.

“Ya kalau, masyaallah, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya maut dan Achmad Daniyal Alfatih memang, kalau kita secara ketentuan Allah, memang waktunya hanya 15 bulan hidup di bumi, memang sudah waktunya untuk kembali. Ya tinggal kesiapan kita untuk menerimanya. Kalau kita menerimanya dengan baik, Allah akan menggantinya dengan yang baik juga,” kata Abdi di rumah duka, Jalan Tulodong Bawah 4 Lama No 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 15 November 2018, dilansir detik. com.

Abdi mengatakan sedang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara, saat mendengar anaknya tak sadarkan diri. Achmad sempat dibawa ke Rumah Sakit Brawijaya untuk mendapatkan penanganan.

Baca juga: Cucu Meninggal, Wiranto Tiba di Rumah Duka

Abdi mengatakan anaknya tercebur di kolam ikan yang ada di dalam rumah. Saat itu, tak ada yang sadar saat Achmad tercebur ke kolam.

“Jadi Achmad itu lagi main di situ. Kebetulan di samping sana ada kolam ikan. Kemudian dia lompat karena sudah aktif gitu, akhirnya dia lompat ke air tanpa ada yang memperhatikan. Akhirnya, pas kembali, pas ada orang rumah lihat, langsung diambil tindakan terus dibawa,” katanya.

Rencananya Achmad akan dikebumikan di Solo. Keluarga bersama Achmad akan terbang besok pagi.

Sebelum pergi ke Kendari, Abdi mengatakan sempat pergi selama 10 hari bersama Achmad. Menghabiskan waktu bersama, Abdi merasakan perasaan cinta yang berbeda kepada Achmad dibanding dengan anaknya yang lain.

Hingga dalam perjalanan ke Kendari, Abdi tertidur dan bermimpi dalam pesawat. Dia mengaku biasanya jarang tidur jika sedang dalam penerbangan.

“Dalam tidur saya bermimpi, saya berada di laut, kemudian sambil berenang ada semacam binatang menggigit saya tapi nggak sakit. Biasanya kan kalau ular laut mematikan, tapi ini nggak. Sampai akhirnya saya berenang sampai ke dataran,” ujarnya.

“Sampai tepian, saya melihat ke tengah laut, itu kok ada suatu dataran, yang isinya banyak gedung indah, terus saya lihat pesawat saya nggak ada, kemudian saya terbangun. Kemudian saya terbangun dan tiba di Kendari sekitar pukul 08.00 Wita. Saya istirahat, sebelumnya saya ceritakan mimpi saya pada istri, dia tertawa juga dengarnya, katanya lucu,” sambung Abdi.

Wiranto, yang tengah menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Singapura, pun kembali ke Tanah Air setelah mendengar kabar duka. Wiranto tiba di rumah pada pukul 21.00 WIB.

 

Sudah dibagikan