Sab. Nov 17th, 2018

Transkrip Percakapan Pilot Lion Air JT 610 dengan ATC di 12 Menit Terakhir…

Sumber Tempo.co

Inilahjambi – Pesawat Lion Air JT 610 diduga mengalami masalah pada kendali penerbangan sebelum jatuh ke laut Tanjung Kawarang, 29 Oktober 2018.

Berdasarkan percakapan dengan petugas Air Traffic Controler (ATC) Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pilot pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu sempat menanyakan kecepatan pesawat.

Inilahjambi mentranskrip data grafis yang dibuat Tempo.co berdasarkan salinan percakapan antara pilot dengan petugas ATC 12 menit sebelum pesawat jatuh.

Pukul 06.20 WIB.
Lion Air 610 lepas landas menuju Pangkalpinang dari Soekarno-Hatta.

Pukul 06.21.23 WIB.
Pilot melakukan kontak pertama dengan ATC. Dengan ketinggian pesawat 900 kaki.

Pukul 06.21.53 WIB
Pilot melaporkan ada masalah flight control dan meminta posisi holding 5.000 kaki. ATC memberi izin.

Pukul 06.22.57 WIB.
Pilot menanyakan kecepatan pesawat kepada ATC. ATC menjawab 332 knot.

Pukul 06.29.39 WIB.
Terekam data bahwa pesawat meninggalkan ketinggian 5.000 kaki.

Pukul 06.29.55 WIB.
Pilot diberi izin kembali ke arivval menggunakan runway 25 karena masalah flight control.

Pukul 06.31.35 WIB.
Pilot meminta kembali ke poin awal Soekarno-Hatta karena cuaca dan pilot tak yakin dengan ketinggian pesawat. Pilot meminta agar diberi pemisahan 3.000 kaki dengan pesawat lain.

Pukul 06.32.00 WIB.
ATC menanyakan pakah pilot siap kembali ke runway. Tidak ada balasan.

Pukul 0633.30 WIB.
ATC menghubungi Baik Air BTK6401 tujuan Surbaya untuk melihat posisi Lion Air.

S 05′ 48′ 48.051′
E 107′ 07′ 37.622′
Lokasi terakhir pesawat terpantau radar di Perairan Tanjung Karawang. Ketinggian 2.800 kaki. Kecepatan 35 knot (638.94 km/jam)

 

 

(Nurul Fahmy)

--------------a
Sudah dibagikan