Fri. Jan 17th, 2020

3 Tahun Terakhir Jumlah Harimau Sumatera Turun Drastis, Perburuan Liar Kian Meningkat…

Inilahjambi,JAMBI – Maraknya perburuan liar terhadap satwa yang dilindungi termasuk Harimau Sumatera semakin meningkat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama pihak terkait saja, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini sudah mengungkap 20 kasus perburuan dan perdagangan satwa liar.

Mirisnya lagi bukti yang ditemukan aparat dari pengungkapan kasus tersebut, satwa liar yang diburu sudah tewas dan dimutilasi untuk mengambil bagian-bagian tubuh tertentu saja baru diperdagangkan.

Kasubdit Pengawetan Jenis Dit KKH Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Puja Utama, mengutarakan populasi Harimau Sumatera semakin terancam. Hasil pemantauan yang dilakukan menunjukkan jumlah populasi harimau Sumatera saat ini diperkirakan hanya sekitar berkisar antara 400-600 ekor.

“Kita mengharapkan adanya kepedulian masyarakat terhadap keberadaan harimau Sumatera. Raja Hutan yang selama ini kesannya menakutkan, ternyata kondisinya justru sedang terancam. Baik oleh perburuan maupun perdagangan harimau, maupun habitatnya yang semakin terdesak, “ujar Puja Utama, Minggu 30 Juli 2017.

Dijelaskan Puja, kesulitan yang dihadapai pemerintah saat ini untuk menjaga habitat Harimau Sumatera karena wilayah jelajahnya sangat luas, sehingga menyulitkan untuk mendeteksi jumlah pasti meraka.

“Kawasan mereka luas di Sumetara ini, sulit memastikan jumlahnya, namun dari hasil pengungkapan kasus perburuan sudah jelas jumlah mereka berkurang” Keluhnya.

Disamping kesulitan tadi, ditambahkannya salah satu faktor yang membuat perburuan satwa liar tidak kunjung berhenti kemungkinan besar adalah tindakan hukum yang kurang terhadap pelakunya, contohnya hingga Juli 2017, Vonis tertinggi bagi pelaku hanya diganjar hukuman 2 tahun penjara dan denda uang Rp 10 Juta.

 

 

 

(Reynol)

BERITA LAINNYA
Sudah dibagikan