Ini Pengakuan Ulama Tentang Kondisi Tanah Suci Sekarang

Inilah Jambi, Mina – Mekkah dan kota-kota lainnya di Arab Saudi dalam beberapa tahun mengalami perkembangan yang siginifikan. Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan dan perluasan kawasan itu, agar umat yang akan melaksanakan ibadah haji menjadi lebih nyaman dan aman.

Kondisi Mekkah saat ini, sudah sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu. Sejumlah hotel, supermarket dan gedung-gedung tinggi bermunculan saat ini di sana.

Salah seorang ulama Jambi, Ustad Ihsan, yang menjadi pembimbing haji 2015 dari rombongan jemaah Cholis Tazzaka menuturkan, dulu daerah tersebut banyak gunung batu.

Baca: Update Haji: Aktivitas Jamaah Haji Jambi di Makkah Tidak Surut Pascarobohnya Crane

Menurut dia, Mina itu adalah lembah batu di antara dua gunung batu, atau bukit batu, yang dalam bahasa setempat disebut dengan jabbal.

“Saya 30 tahun tinggal di sini bersama orang tua saya ulama Jambi, Guru Daud. Dulu di sini banyak sekali gunung batu. Yang dikatakan Mina itu adalah lembah batu di antara dua gunung batu atau bukit batu kalau dalam bahasa di sini disebut jabbal,” kata dia, Sabtu 19 September 2015.

Diakuinya, perkembangan zaman dan karena banyaknya jamaah yang berdatangan dari seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah haji, maka pemerintah Arab Saudi merenovasi tempat tersebut.

Penuturan tersebut disampaikan Ustad Ihsan di hadapan para jamaah asal Jambi dalam rangkaian persiapan puncak haji wukuf dan melepas Jumrah yang menjadi rukun wajib haji, pada Sabtu 19 September 2015.

Selain menceritakan sejarahnya, Ustadz Ihsan juga menjelaskan dengan rinci tata cara mabit melempar Jumarot mulai dari Jumaroh Ula, Wustho dan Aqobah.

Klik: Ini Pesan Mahasiswa di Mesir Untuk Warga Jambi yang Diserang Asap dan Abu

Ustadz Cholis Tazzaka mengatakan, manasik ini penting karena pada saat hari H, jamaah tidak kaget lagi dan sudah tahu tata caranya.

Dipaparkannya, dirinya sengaja mengontrak apartemen yang tidak jauh dari lokasi Mina dan Musdalifah agar jamaah dapat menuju ke sana dengan mudah.

“Jamaah hanya berjalan kaki saja sejauh 2 kilometer pulang pergi sembari olah raga pagi,” kata dia.

Salah seorang jamaah asal Jambi dalam rombongan Cholis Tazzaka, Karyadi, mengaku senang dengan program dan cara Choliss Tazzaka memperlalkukan para jemaah di sana.

“Program dan cara Cholis Tazzaka dalam membimbing para jemaaah sangat kekeluargaan. Kita juga dibekali dengan pengetahuan agama dan sejarahnya. Dalam 5 waktu shalat berjamaah, kami juga diberi kultum oleh ustad yang hafiz Alquran,” pungkas dia. (Inilah Jambi/001)

Bagikan
HOT NEWS