Catut Foto Bupati, Pemkab Muarojambi Minta Acara Valentine Day di Sekernan Dibatalkan

Banner Festival Sejuta Tenda di Muarojambi/Facebook

Inilahjambi – Pemerintah Kabupaten Muarojambi meminta panitia acara “Festival Tenda Sejuta Cinta” di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, tepatnya di destinasi Danau Tangkas, dibatalkan.

Kegiatan yang diadakan tepat pada malam Valentine itu dinilai tidak sesuai dengan kultur masyarakat setempat.

Selain itu, menurut Wakil Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno (BBS), panitia tidak melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah daerah.

Baca juga: Pidato Edi Purwanto di Rakernas PDIP Bikin Megawati Soekarnoputri Manggut Manggut

“Kegiatan ini tidak ada koordinasi dengan pemda. Apalagi ada foto-foto tersebut,” kata BBS kepada Inilahjambi, Rabu 15 Januari 2020.

Dikatakan BBS, dirinya telah menginstruksikan agar kegiatan tersebut dibatalkan.

“Untuk itu saya sudah minta kepada panitia melalui OPD untuk tidak melaksanakan kegiatan dimaksud karena kontent kegiatan tersebut bertentangan dengan kultur kita di Muarojambi yang berpegangan kepada agama dan budaya,” ujar BBS lagi.

Dikatakan BBS, sebenarnya pihaknya mendukung kegiatan yang dapat mengangkat pariwisata di Muarojambi. Namun dengan muatan atau kegiatan yang sesuai dengan norma adat dan budaya masyarakat setempat.

“Panitia dapat melakukan kegiatan lain dan masih banyak kontent kegiatan lain untuk mengangkat pariwisata di Muarojambi ini,” tutup Wakil Bupati.

Lihat lagi: Bupati Asal Papua Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Usai Ikuti Rakernas PDI Perjuangan

Panitia kegiatan dari Jambi Creative, Indra, mengaku bahwa kegiatan dibatalkan dan diganti dengan hari lain dan tema yang lain.

“Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak juga, terutama dari pihak desa, maka kami membatalkan acara pada tanggal tersebut. Termasuk juga mengganti tema,” kata Indra kepada inilahjambi, Rabu sore.

Menurut dia, awalnya kegiatan itu bertujuan untuk mengakomodasi muda-muda yang biasanya merayakan valentine day dimana-mana.  Kegiatan secara sporadis itu, menurut dia, justru berbahaya bagi muda-mudi itu sendiri.

“Makanya kami berinisiatif untuk menggelar acara tapi dengan pengawasan panitia, termasuk pihak desa setempat. Sehingga lebih aman dan terkoordinasi,” kata Indra lagi.

Dikatakan dia, memang banyak muncul kesalahpahaman persepsi dari banyak pihak ketika banner kegiatan itu tersebar.

Menurut dia, tidak ada pasangan yang menginap dalam satu tenda. Seluruh peserta akan ditempatkan pada masing-masing tenda sesuai jenis kelamin.

“Jadi cowok tetap sama cowok, cewek tetap sama cewek. Tidak ada pasangan dalam satu tenda,” kata dia.

Soal foto Bupati dan Wakil Bupati Muarojambi yang mereka pasang di banner kegiatan diakui Indra sudah berkoordinasi dengan humas pemkab dan pemerintah desa.

Baca juga: Begini Potret Kesederhanaan Kapolri Idham Azis

“Kami tidak mungkin berani main catut, tapi mungkin karena tidak sempat presentasi, sehingga banyak pihak yang salah paham. Untuk kegiatan selanjutnya pada 15 Februari 2020 “Festival Bunga Liontin” kami akan menunggu Ibu Bupati pulang umroh untuk meminta persetujuan sekaligus presentasi dihadapan beliau,” pungkas Indra.

 

 

HOT NEWS