Mon. Aug 19th, 2019

APBD Jambi Jadi Ajang Bancakan Sudah Sejak Dirancang? Ini Tanda-Tandanya…

Inilahjambi, JAKARTA – Anggaran daerah rentan jadi lahan korupsi sejak mulai dirancang eksekutif dan diproses oleh legislatif. Rancangan anggaran seharusnya diproses dengan mengedepankan pendekatan teknis yang terukur, rasional dan terarah serta tidak boleh manipulatif. Jika RAPBD dirancang secara serampangan, maka ada indikasi sudah disusupi kepentingan golongan tertentu untuk keuntungan golongan tertentu.

Sederhananya, prinsip penyusunan anggaran daerah harus disusun atas prinsip efisiensi dan efektivitas. Untuk mengetahui apakah APBD dirancang secara efisien dan efektif atau malah disusun secara serampangan, diperlukan pengetahuan dasar soal penyusunan anggaran daerah tersebut.

Bandung Institute Of Governance Studies (Bigs), sebuah lembaga yang konsen mengamati proses penyusunan anggaran selama 16 tahun merilis sejumlah indikasi penyimpangan dalam penyusunan anggaran.

Menurut Direktur eksekutif Bigs, Siti Fatimah, dalam pelatihan membaca anggaran APBD di Universitas Paramadina, Sabtu pekan lalu, sedikitnya ada sembilan hal yang bisa digunakan untuk melihat adanya kekeliruan penyusunan anggaran APBD. Maka, jika dalam R-APBD, baik di Pemerintahan Provinsi Jambi, maupun kabupaten/kota terdapat tanda-tanda seperti yang akan dituliskan berikut ini, maka R-APBD itu jelas bermasalah.

1. Double Posting

Double Posting mengindikasikan anggaran yang sudah dianggarkan satu bagian, dianggarkan lagi dibagian lain untuk fungsi yang sama. Penganggaran bisa dilakukan dengan nomenklatur sama atau berbeda. Untuk mengetahui kekeliruan ini bisa dilakukan lewat pencermatan alokasi anggaran di tahun yang sama antarbagian kerja pemerintahan

Contoh kasus yang mengindikasikan adanya Double Posting, anggota dewan mendapat tunjangan kesehatan, premi askes, dan biaya check-up. Padahal tiga jenis layanan ini tujuannya sama, hanya nomenklaturnya yang berbeda. Contoh lain, setiap anggota dewan diberikan satu rumah dinas dan pada saat yang sama dianggarkan kontrak rumah anggota.

Namun Double Posting tidak selamanya mengindikasikan adanya korupsi, lebih sering menjadi temuan inefisiensi. Selain itu, kita juga harus hati-hati untuk anggaran yang biasanya memang dialokasikan di seluruh bagian, seperti pembelian komputer yang dianggarkan di setiap bagian karena menjadi kebutuhan tiap-tiap bagian.

2. Analisis Tren Anggaran

Sudah dibagikan