Banjir Kota Jambi Malam Kemarin, Syarif Fasha: Karena Sedimentasi, Sehingga Airnya Loncat ke Atas

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi pada Rabu sore hingga malam 26 April 2017 kemarin, mengakibatkan banjir di sebagian wilayah Kota Jambi.

Sejumlah akun di media sosial Facebook ramai mengkritik konsep pembangunan Pemerintah Kota Jambi terkait saluran air, yang dituding sebagai penyebab banjir.

“Dulu setahu saya yang sering banjir di Kota Jambi ini cuma kawasan Simpang Bata dan Pasar, tapi ini sudah hampir merata,” ujar akun atas nama Fitri.

Sejumlah akun lain bahkan berdebat panjang soal penyebab banjir di Kota Jambi, ada yang pro dan ada yang kontra.

Walikota Jambi Syarif Fasha, yang dikonfirmasi, Kamis siang 27 April 2017, mengatakan, hujan merupakan fenomena alam yang terjadi. Namun hujan malam itu sangat deras dan tidak disangka-sangka, sehingga menimbulkan banjir dimana-mana.

“Inikan fenomena alam, cuaca kita ini ekstrem. Dan tidak disangka-sangka hujannya kemarin itu sangat deras. Akibatnya banyak daerah yang terendam air,” kata Fasha di Swissbell Hotel.

Menurut dia, salah satu penyebab utama banjir di Kota Jambi adalah banyaknya saluran air yang ukurannya sudah tidak sesuai dengan daya tampung air. Kemudian ada saluran air yang sedimentasinya tinggi.

“Tadinya (saluran air) dibangun 2 meter, sekarang tinggal 1 meter, sehingga air itu loncat ke atas,” ujarnya.

Walikota mengklaim, setiap tahun pihaknya telah melakukan normalisasi saluran air dengan cara mengangkut sampah-sampah ke atas.

“Semalan Dinas PU saya sudah saya instruksikan mendata mana saja yang banjit, termasuk lurah para camat saya instruksikan mendata titik-titik banjir. Ke depan kami akan bekerja sama dengan TNI dengan Kodim, untuk menormalisasikan saluran,” pungkas Fasha.

 

 

 
(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Mari bersama menghargai karya jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

SOROTAN