Banyak “Wong Kito” BAB Sembarangan, Sungai Musi Tercemar Kotoran Manusia

Inilahjambi, PALEMBANG – Sungai Musi yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tercemar karena limbah manusia yang buang air besar sembarangan di tepian aliran sungai tersebut.

Salah satu faktor yang bikin warga buang air di sungai karena hingga saat ini masih banyak rumah yang tidak memiliki tempat penampungan kotoran atau septi tank.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Kota Palembang, Syaiful, mengakui pencemaran Sungai Musi oleh kotoran manusia menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya dalam melanjutkan Program Mengatasi Kawasan Kumuh dan Sanitasi.

“Program sanitasi ini akan didorong melalui dana hibah dari Australia sebesar Rp1,2 Triliun dan akan kita gunakan untuk mengatasi kawasan kumuh di Kota Palembang, terutama dalam hal pembuangan limbah di rumah warga.

Menurut dia, aliran pipa dari rumah ke rumah akan mendorong limbah diolah menjadi air bersih sehingga Sungai Musi yang merupakan sumber air baku, akan semakin terjaga kualitasnya.

Uniknya, beberapa warga Kawasan 35 Ilir, Palembang justru mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

Dikatakan Maya, salah seorang warga, mengambil air langsung dari Sungai Musi untuk diminum, sudah dilakukannya sejak lama.

“Tidak menggangu karena air yang diambil dari sungai langsung dimasak. (Kotorannya) kan langsung hanyut juga, jadi terbawa arus dan tidak menggangu lingkungan kita.” ujarnya, dikutip dari inilahpalembang.com

Diakui Maya, daerahnya memang tidak ada sambungan pipa air PDAM. Sementara untuk membuat Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di rumah, dirasakannya cukup mahal sehingga dirinya masih sangat akrab dengan suasana sungai.

“Sampai saat ini, belum ada sambungan PDAM, jadi kalau sudah dimasak ya tidak ada masalah.” katanya.

(IJ-001)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN