Benarkah Pipa Gas PT EHK yang Bocor di Paalmerah Karena Dibor Pencuri? Ini Analisanya…

Benarkah Pipa Gas PT EHK yang Bocor di Paalmerah Karena Dibor Pencuri? Ini Analisanya…

Inilahjambi – Pipa yang menyuplai gas alam dari Conocophilips di Tempino ke PT PLN di Payoselincah pada Selasa malam 28 Februari 2017 sekitar pukul 22.30 WIB bocor di depan Kantor Camat Paalmerah, Jalan Lingkar Timur, Kota Jambi. Keterangan sementara pihak kepolisian, pipa bocor karena dibor oleh pencuri minyak yang salah sasaran.

“Ada dugaan pelaku pencurian minyak. Namun setelah dilakukan percobaan pencurian di pipa tersebut dengan cara di bor, ternyata pipa yang di bor adalah pipa gas,” kata Kapolsek Jambi Selatan Kompol Eko Heriyanto di lokasi kejadian, Rabu 1 Maret 2017.

Akibat kebocoran pipa gas, hingga Kamis 2 Maret 2017 jaringan gas ke rumah tangga Kota Jambi mati.

Anggota DPRD Kota Jambi Junedi Singarimbun mempertanyakan kinerja PT Energasindo Heksa Karya dalam pengawasan dan pemeliharaan pipa. Dia mempertanyakan, mengapa pemilik instalasi vital itu sampai kecolongan.

“Jangan-jangan memang kualitas pipa yang tidak bagus. Jangan-jangan pengawasan memang tidak dilakukan. Sepengetahuan kami, pipa gas memiliki daya tahan sampai 40-50 tahun. Dan mengapa gas Kota Jambi sampai mati hingga saat ini. bagaimana pertanggungjawaban mereka,” kata Jun.

Dugaan pencuri salah sasaran juga dipertanyakan oleh Jun. Menurut dia, rasanya tidak masuk akal kalau pencuri minyak dari pipa melakukan aksi di dalam kota. Sebab, kawasan tersebut masih merupakan jalur ramai dan padat dan berada tidak jauh dari kantor pemerintahan (Kantor Camat Paalmerah).

Berita terkait:

“Logikanya, pencurian minyak itu perlu operasional yang kompleks. Termasuk saat akan menyalurkan minyak. Lokasi tersebut ramai orang lalu lalang. Benarkan ini aksi pencurian?” ujar Jun lagi.

Pantauan Inilahjambi di lokasi pasca kebocoran pipa, tampak pekerja masih berupaya menangani kebocoran dengan menggunakan klem. Pipa berada sekitar 1,5 meter di dalam tanah. Posisinya tepat berada di atas gorong-gorong (saluran air). Sementara mulut gorong-gorong ke titik kebocoran berjarak sekitar 2 meter. Pipa juga tertimbun oleh tanah. Sehingga butuh peralatan galian untuk menjangkau pipa atau menghancurkan gorong-gorong yang berada di bawah pipa. Sementara diameter gorong-gorong sangat kecil, sehingga mustahil orang dapat masuk dan bekerja (melubangi gorong-gorong dan pipa) di dalam ruang yang sangat sempit dan berair tersebut.

Inilahjambi mencoba mengkonfirmasi manajer PT Energasindo Heksa Karya. Namun pihak kantor menyatakan, pimpinan mereka sedang berada di lokasi untuk penanganan gawat darurat kebocoran pipa gas tersebut.

(Nurul Fahmy)

INFORIAL