Mon. May 27th, 2019

Dinas Pariwisata Provinsi Jambi menggelar kegiatan pembinaan desa sadar wisata, 11 April 2019 di Desa Pentagen, Kerinci

Disbudpar Provinsi Jambi: Pembinaan Desa Wisata Penting untuk Pengembangan Destinasi

Inilahjambi – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi menggelar kegiatan pembinaan Desa Wisata di Desa Pedung Talang Genting (Pentagen), Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci pada 11 April 2019.

Baca juga: Kadisbudpar: Database Kunjungan Wisatawan Jambi Penting Bagi Pelaku Usaha

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disbudpar Provinsi Jambi, Sundari SE, mengatakan, kegiatan itu bertujuan mendukung program pengembangan destinasi pariwisata di daerah tersebut.

Selain itu, kata Sundari, pembinaan Desa Wisata ini juga penting untuk mendorong atau meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata.

“Dengan kegiatan ini diharapkan tata kelola dan pemberdayaan masyarakat di destinasi pariwisata semakin kuat. Sehingga dapat berdaya saing dengan destinasi di daerah lain,” kata Sundari dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu dia juga memaparkan bahwa kegiatan itu perlu sebagai ajang untuk memberikan pemahaman kepada pelaku wisata di sana, tentang pentingnya wadah yang dapat mengatur menata dan memberdayakan masyarakat di sekitar destinasi tersebut.

“Sehingga masyarakat lebih terarah dalam mengembangkan potensi-potensi pariwisata yang ada di daerahnya,” ungkap dia lagi.

Dikatakan Sundari, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu Direktur Politeknik Pariwisata Sahid, Kusmayadi, yang juga utusan dari Kementerian Pariwisata. Ada juga praktisi pariwisata Provinsi Jambi Roy Masryadi.

Lihat Berita:Komunitas Lubuk Penyengat Gelar Festival Ngundoh Duku Alias Panen Buah Duku…

Kepala Seksi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Bram Satria Alta Nasution Bram, S. Ip, MM, mengatakan, dengan ini diharapkan juga terwujudnya penataan pengelolaan Desa Wisata yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Misalnya melalui produk dan jasa yang dihasilkan di desa wisata tersebut seperti homestay, usaha kuliner, pemandu wisata dan lain sebagainya.

Diharapkan juga terwujud kemampuan masyarakat setempat untuk memelihara, menggali, mengembangkan keanekaragaman seni budaya masyarakat, yang berguna bagi kelengkapan atraksi wisata yang dapat dinikmati oleh pengujung.

Baca Lagi: Tingkatkan Kompetensi SDM, Disbudpar Gelar Studi Tur Pemandu Wisata Umum

“Kemudian yang tidak kalah penting adalah mendorong tersedianya makanan khas daerah dari bahan-bahan yang ada di desa tersebut,” katanya.

Sudah dibagikan