Eko CE Minta Damai, Keluarga Jamila Menolak: Hukum Harus Ditegakkan…

Inilahjambi – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Zahrudi Eko Syailendra terhadap Jamila pada Minggu 28 Oktober 2017 di Kantor Polisi Lalu Lintas Simpangpulai, Kota Jambi, sempat membuat pihak Eko ingin berdamai.

Pihak keluarga Jamila mengatakan, pihak Eko sempat mendatangi korban dan menyatakan ingin berdamai sehingga kasus atau laporan kasus tersebut dihentikan. Namun, keluarga korban menolak.

“Memang sudah ada yang datang (pihak Eko) minta perdamaian, namun kita belum berpikir ke arah situ, ” kata Havis Alatas, salah seorang kerabat korban yang turut mendampingi proses kasus kekerasan tersebut, Rabu 1 November 2017.

Menurut dia, kasus ini masih berjalan di kepolisian. Sejauh ini terlapor belum diperiksa dan belum ditetapkan statusnya.

Berita terkait:

Terlibat Cekcok di Jalan, Anak Bupati Cek Endra ‘Ngamuk’ dan Gampar Wanita Pengendara

“Jadi bagaimana kita mau memikirkan masalah perdamaian,. Hukun harus ditegakkan dulu,” ujar Havis lagi.

Menurut Havis, pihaknya menganjurkan agar kasus ini tetap berlanjut sampai tuntas, agar menjadi pelajaran bagi semua pihak dan masyarakat lainya,

“Agar kedepannya siapapun jangan mengedepankan emosi ketika menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Pada Selasa, Jamilah yang didampingi pihak keluarga bersama Kuasa Hukumnya Warfiah SH MH mendatangi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk mendapatkan perlindungan.

“Usai mendampingi saksi di Plsek Telanaipura, kita lantas mendatangi TP2TPA untuk mendapatkan perlindungan, karena korban merupakan seorang wanita,” kata Havis

Dikatakan Havis, pihak TP2TPA hari Senin depan akan mulai bekerja, karena sesuai ketentuan mereka akan menyimpulkan perkara dalam waktu 15 hari.

 

 

 

(Nurul Fahmy)

Bagikan
HOT NEWS