Mon. Aug 19th, 2019

Gatot Nurmantyo Dekat dengan “9 Naga”, Dana Pencapresan Bakal Ditopang Tomy Winata?

Foto: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bersama pengusaha Tomy Winata/Majalah Tempo

Inilahjambi – Jenderal Gatot Nurmantyo digadang-gadang bakal menjadi calon presiden dalam Pilpres 2019 mendatang. Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan sejumlah media, Gatot mengiyakan kemungkinan dirinya maju dalam bursa calon Presiden RI mendatang itu.

Mayjen (Purn) Kivlan Zein sempat menyatakan bahwa modal (uang) Gatot lebih banyak dari mantan Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopasus), pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto, apabila mantan Panglima TNI itu siap bertarung dalam Pilpres 2019.

“Jumlah uangnya saya tahu melebihi uang Prabowo saat ini. Cuma sekarang dia butuh meyakinkan untuk dapat partai. Kalau PKB dan PPP enggak cukup,” tutur mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini dalam diskusi kebangsaan yang bertema “Hukum dan Perilaku Kekuasaan, , Jumat 2 Maret 2018, dilansir Kumparan.com.

Pernyataan Kivlan terhubung dengan spekulasi sejumlah orang yang menyatakan bahwa ada Tomy Winata di belakang Gatot Nurmantyo. Sejumlah orang dekat Tommy bahkan menyatakan bahwa taipan ini siap membantu Gatot dengan cara apa saja jika Gatot menjadi calon presiden.

Namun Tomy, seperti dilansir majalah Tempo 1 April 2018 tak menjawab ketika dimintai konfirmasi soal janjinya ini. Sementara Gatot mengaku tidak tahu soal janji Tommy itu.

Spekulasi adanya Tomy yang identik dengan “Sembilan Naga” di belakang Gatot terungkap dari reportase majalah Tempo, edisi 1 April 2018. Gatot mengaku kenal dekat melebihi yang lain dengan pengusaha keturunan (Tionghoa) ini sejak dirinya menjadi ajudan Pangdam III Siliwangi, Edi Sudrajat pada 1982 silam.

“Persahabatan saya dengan dia melebihi yang lain,” katanya.

Bisnis Tomy Winata memang banyak ditopang tentara sejak Orde Baru. Kedekatannya dengan petinggi di Angkatan Darat khususnya sejak 1970-an tidak diragukan lagi. Namun ia mengatakan kerja sama tersebut dilakukan secara resmi dan lewat tender.

Saat mengakuisisi Bank Artha Prima pada 1997, Tomy melibatkan Gatot Nurmantyo sebagai Komisaris Utama Bank Artha Pratama yang dimerger dengan Artha Prima.

Politisi Gerinda yang pernah menjadi pengacara Tomy membenarkan kedekatan bekas kliennya itu dengan Gatot Nurmantyo

“Mereka berdua memang dekat sejak dulu,” tutur Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini. Karena kedekatan itulah, kata Desmond, Tomy acap mengundang Gatot ke acara perusahaannya.

Lihat artikel majalah Tempo di sini 

 

 

(Nurul Fahmy)

Sudah dibagikan