Tue. Apr 23rd, 2019

Hari Ini, Joko Driyono Kembali Diperiksa Satgas Anti Mafia Bola

Teks Sumber : Suara.com

Inilahjambi – Tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono kembali menjalani pemeriksaan pada Senin 25 Maret 2019. Pemeriksaan tersebut berlangsung di Polda Metro Jaya pada pukul 10.00 WIB.

Baca lagiRupiah Bakal Tertekan, Bergerak di Kisaran Rp 14.240 Per Dolar AS

“Ya, pemeriksaan hari ini pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Senin 25 Maret 2019.

Eks Plt Ketua Umum PSSI tersebut pun akhirinya memenuhi panggilan penyidik Satgas Anti Mafia Bola. Kedatangan Jokdri dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Andru Bimaseta. Andru menyebut Jokdri sudah datang sejak pagi tadi.

“Pak Jokdri saat ini sudah di dalam (ruang pemeriksaan). Beliau datang sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Andru saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Joko Driyono batal menjalani pemeriksaan pada hari ini, Kamis 21 Maret 2019. Jokdri, sapaannya– rencananya akan dimintai keterangan pada pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya.

Ketua Tim Media Satuan Tugas Anti Mafia Bola, Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono menyebut, Joko Driyono urung diperiksa dengan alasan sedang ada pekerjaan. Oleh karena itu, Jokdri akan diperiksa pada Senin 25 Maret 2019 mendatang.

“Karena alasan pekerjaan, yang bersangkutan akan datang pada hari Senin besok,” kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis 21 Maret 2019.

Untuk diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu 19 Februari 2019 pagi.

Ia menjalani pemeriksaan tersebut selama 20 jam, terhitung masuk sejak Senin 18 Februari 2019 pukul 09.50 WIB dan keluar Selasa 19 Februari 2019 pukul 06.53 WIB.

Baca lagi : BNNK Batanghari Gelar Pelaksanaan kegiatan Penguat Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintahan

Joko Driyono sendiri terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

Sudah dibagikan