Hari Pertama Kerja Tahun 2018, BNNK Batanghari Periksa Pegawai 8 Instansi Pemerintah di Muarabulian

Foto: Kepala BNNK Batanghari Kompol Zuhairi/ Nurul Fahmy

Inilahjambi — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batanghari yang dipimpin oleh Kompol M Zuhairi kembali membuat terobosan baru pada tahun 2018 ini

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di 8 instansi dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Batanghari diantaranya Diskominfo, Dishub, Dinkes, Damkar, DPRD, Satpol-PP, Dinas PUPR, dan Disperindagkop Batanghari ditest urine pada hari pertama masuk kerja, Selasa, 2 Januari 2018 pasca libur akhir tahun 2017

M. Zuhairi mengatakan, pada tahun 2018 ini akan lebih agresif mensosialisasikan dampak bahaya narkoba di semua kalangan masyarakat Batanghari

“Tahun 2018 ini kita kembali membuat terobosan untuk mempersempit gerak peredaran narkoba di lingkungan masyarakat terutama ASN Batanghari,” kata Zuhairi dengan suara tegas di ruang kerjanya hari ini Selasa, 2 Januari 2017.

Kepala BNNK Batanghari Kompol Zuhairi, mengatakan kegiatan pemeriksaan terhadap sejumlah ASN sengaja dilakukan di awal tahun 2018.

Menurut Zuhairi, para pengguna narkoba biasanya menggunakan momen malam tahun baru untuk mengkonsumsi. Makanya, sejumlah ASN yang telah menjadi target diperiksa.

Ditambahkan Zuhairi, sebelumnya peringkat Kabupaten Batanghari dalam hal peredaran dan penggunaan Narkoba se Provinsi Jambi berada diurutan kedua setelah Kota Jambi.

Namun kini peringkatnya turun menjadi nomor 4 se Provinsi Jambi. Artinya, kata Zuhairi, sosialisasi penggunaan narkoba di kabupaten tersebut oleh BNNK Batanghari menunjukkan hasil yang positif.

“Batanghari, khususnya Kota Muarabulian, merupakan jalur transit bagi para pengedar narkoba lintas kabupaten di Jambi. Barang haram ini dibawa dari Sarolangun Bungo dan Tebo. Ada yang hanya lewat dan ada juga yang dijual disini,” ujar Zuhairi.

Tapi kata mantan Kapolsek Jambi Timur ini, berkat sosialisasi dan penindakan yang terpadu, dalam beberapa waktu lalu, pihaknya tidak menemukan kasus narkoba dalam jumlah besar di daerah tersebut.

“Meski jalur transit, tampaknya peredaran narkoba di Batanghari tidak begitu signifikan. Sejak beberapa waktu terakhir tidak ada temuan kasus narkoba dalam jumlah besar. Artinya upaya pencegahan narkoba di daerah ini melalui sosialisasi bahaya penggunaan narkoba menunjukkan hasil postif,” pungkas Zuhairi.

Berita terkait:

Pegawai Dinkes Batanghari Positif Narkoba, Kadinkes: Ini Tamparan Keras untuk Kami

 

(Ade Subrata – Batanghari)

Bagikan
HOT NEWS