Tue. Jan 22nd, 2019

Foto: Gadis Cantik Terjun Langsung Bikin Sumur Bor di Hutan Gambut yang Terbakar

Inilahjambi, JAMBI – Foto seorang gadis cantik sedang berpeluh keringat dalam balutan seragam pemadam kebakaran di hutan Kalimantan sontak menjadi viral di media sosial.

Dia Intan, gadis cantik ini tergabung dalam Laskar Sekolah Relawan yang ikut berjibaku membuat sumur bor di hutan yang terbakar, ketimbang berkoar-koar soal kondisi dampak kabut asap.

Intan saat ini tergabung dalam laskar pemadam api yang digawangi Gaw Bayu Gawtama yang bergabung dengan relawan Jumpun Pambelom.

Mereka bekerja sebagai relawan dengan membuat sumur bor di dekat titik api yang membakar hutan Kalimantan.

Foto Intan hingga hari ini telah dibagikan di media sosial sebanyak 2.363 kali di Facebook.

Intan 2

Foto itu pertama dibagi oleh pemilik akun Facebook Wulan Dragon S. Di dalam akunnya dia menulis:

“namanya Intan….dia emang tergolong seperti batu permata…anak gadis seumuran dia bisa saja hanya duduk di cafe sambil maenin gadget, bisa saja killing time di spa atau salon-salon…anak gadis seumuran dia bisa saja sangat takut bila kukunya terlambat di meni pedi…anak gadis seumuran dia bisa saja sangat takut tidak meng up date medsos nya…tapi dia Intan…si batu permata ini malah memilih gabung dengan laskar SEKOLAH RELAWAN nya mas Gaw Bayu Gawtama.”

Dia menulis, keingintahuan Intan untuk membikin sumur bor untuk memadamkan api di hutan yang terbakar membuatnya pergi menjadi relawan di hutan Kalimantan.

“Malah ingin tahu gimana bikin sumur bor…ingin tahu gimana caranya memadamkan api di hutan kalimantan…malah ingin tahu keluyuran ketengah hutan…yah begitulah cara si permata ini menikmati hidupnya….”

Sekolah relawan yang digawangi oleh Gaw Bayu Gawtama merupakan relawan yang bertekad membangun 100 titik sumur bor di kawasan hutan Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang dilalap api.

Pasukan relawan ini merupakan kumpulan anak muda yang beragam. Ada guru, mahasiswa S1, S2, fasilitator outbound, karyawan, pemilik toko outdoor, mantan guru SLB, dan masih banyak lagi.

Namanya juga relawan, mereka bergerak suka-rela, atas dasar bantuan darimana saja, untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan asap.

Intan 3

Mereka butuh donasi untuk menunjang kebutuhan lapangan, baik berupa uang, barang, akomodasi.

Untuk memulai pembuatan sumur bor, relawan menancapkan meter demi meter pipa besi berukuran 1inci dengan kedalaman pipa bisa mencapai 30 meter untuk membuat sumur bor.

Pipa besi akan dihentikan ketika pipa telah menembus lapisan pasir kasar. Lapisan pasir kasar merupakan indikator lapisan yang banyak mengandung air. Itu kearifan lokal untuk mengetahui lapisan air di tanah gambut.

Kelelahan terbayarkan saat air mengucur dengan deras. Itulah kerja keras relawan Jumpun Pambelom dan Sekolah Relawan untuk mendukung perlawanan api dan asap.

Intan 1

 

Inisiasi masyarakat ini, layak diapresiasi. Termasuk oleh pemerintah dan fesbuker tentunya. Karena keduanya sering terlihat terlalu cerewet.
(Olivia Admira)

Sudah dibagikan