Fri. Jan 17th, 2020

Ibnu Kholdun SH, MH

Jaksa Agung Ogah Proses Cakada Terduga Koruptor, Ibnu Kholdun: Ini Pelemahan Hukum

Inilahjambi – Praktisi Hukum Ibnu Kholdun mengritik pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang tidak akan memproses calon yang akan maju selama proses pilkada 2020 ini.

Menurut Ibnu, sikap tersebut merupakan bentuk pelemahan hukum oleh aparat hukum sendiri. Sebab di Indonesia mengenal azas persamaan di mata hukum (equality before the law).

“Ini pelemahan hukum. Di Indonesia mengenal azas equality before the law. Azas persamaan hak di mata hukum. Kalau statemennyo Kajagung cak ini, berarti melemahkan hukum,” kata Ibnu Kholdun kepada inilahjambi, Selasa 7 Januari 2020.

Berita terkait: Jaksa Agung Tegaskan Tidak Akan Proses Terduga Koruptor yang akan Ikut Pilkada

Jaksa Agung ST Burhanuddin sendiri mengatakan, tindakan itu mereka ambil guna menunjukkan bahwa lembaga yang dia pimpin netral.

“Dalam rangka pilkada, supaya Kejaksaan itu bersikap netral, selama proses pilkada tidak ada penyelidikan kemudian penyidikan, penuntutan terhadap mereka, calon-calon bupati atau calon walikota,” kata Burhanuddin di Jambi, Selasa siang.

Baca juga: : Ke Jambi, Jaksa Agung dan Kajati Baru Harus Jelaskan Perkembangan Kasus Kakap

Jaksa Agung juga tidak menjawab tegas saat ditanya apa target kasus yang akan segera diungkap di Jambi. Dia berdalih bahwa setiap kasus memiliki tingkat bobot dan kesulitan yang berbeda-beda.

“Saya kan kalau mau target, begini, setiap case itu, kasus itu, nilai bobotnya, kesulitan, pengungkapannya kan berbeda-beda. Jadi kita akan minta kepada kejatinya coba invenstarisir dulu gimana kasus ini. Dan nantikan kita tentukan berapa lama akan ditangani,” tutup Burhanuddin yang pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bangko ini.

 

 

(Editor: Nurul Fahmy)

BERITA LAINNYA
Sudah dibagikan