Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu Melakukan Kampanye Terselubung

Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu, Diduga Melakukan Kampanye Terselubung

Baca juga:

Inilah Jambi – Forum Advokat Rantau (FARA) melaporkan calon presiden petahana Joko Widodo ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lantaran diduga melakukan kampanye terselubung saat menggratiskan tarif jembatan Suramadu.

Anggota FARA, Rubby Cahyady, mengatakan ada dugaan kampanye berkedok penerbitan kebijakan saat Jokowi berada di jembatan Suramadu.

“Patut diduga hal tersebut adalah pelanggaran kampanye atau kampanye terselubung serta diviralkan oleh media masaa. Terlebih di saat peresmian tersebut banyak yang menunjukkan simbol salam satu jari, yang merupakan citra diri selaku calon presiden,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/10/2018). Mengutip wartaekonomi.co.id.

Dalam laporan itu, Rubby menyertakan alat bukti berupa foto sejumlah berita media online. Bukti yang dibawanya menunjukkan foto orang-orang di sekitar Jokowi berpose satu jari di Suramadu.

Rubby mengamini bahwa Jokowi tidak ikut berpose satu jari seperti dalam bukti foto yang disertakan. Selain itu, Jokowi pun tidak mengutarakan kalimat ajakan untuk memilihnya pada Pilpres 2019 saat berada di Jembatan Suramadu.

Namun, kata Rubby, orang-orang di sekitar Jokowi telah menujukkan gestur ajakan agar memilih pasangan calon nomor urut 01. Hal itu termasuk unsur dugaan kampanye terselubung berkedok penerbitan kebijakan. Merujuk ke Pasal 282 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

“Tapi ini ada gestur ini, dari bahasa tubuh memberikan makna. Orang di sekitarnya itu kan pejabat negara atau pejabat provinsi. boleh dianggap gestur itu, katakanlah ‘pilihlah saya pilihlah Jokowi’,” jelasnya.

Menurut Rubby, sebenarnya Jokowi tidak perlu datang langsung ke Madura untuk mengumumkan penggratisan tarif tol Jembatan Suramadu. Cukup diumumkan oleh menteri yang bersangkutan.

“Jokowi tidak harus datang,” imbuhnya.

 

Bagikan
HOT NEWS