Keren Nian, Karya Anak SD Jambi ini Kalahkan 66 Ribu Peserta dari 66 Negara Dunia

Inilahjambi – Salya Richita Susanto (11) menjuarai kompetisi melukis anak-anak tingkat internasional dengan tema energi terbarukan. Siswa kelas 5 Sekolah Dasar Bina Kasih Jambi, ini meraih juara kedua dalam kompetisi internasional lingkungan hidup yang diselenggarakan di Nairobi.

Juara pertama dalam kompetisi ini diraih oleh peserta dari Amerika Serikat, Gloria Yang. Di posisi kedua diraih Salya Richita Susanto dari Indonesia dan ketiga diraih Sataporn Thitiprasert dari Thailand.

Laman alafrica.com menuliskan, tema kompetisi yang telah diadakan sejak 1991 ini adalah “Kami memiliki kekuatan”. Tema ini menginspirasi ribuan seniman muda di seluruh dunia untuk berbagi visi mereka tentang bagaimana energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan orang di planet ini.

“Melalui lukisan itu, saya menunjukkan bagaimana pertambangan menyebabkan polusi di Bumi. Energi dapat diperoleh tidak hanya dari bawah permukaan bumi, tetapi dapat diperoleh dari sumber lain yang ramah lingkungan di permukaan bumi. Alam memberikan matahari, angin, air, dan bunga matahari, sebagai pengganti bahan bakar dan sumber energi berbasis fosil,” kata pemenang hadiah kedua, Salya Richita Susanto.

Kompetisi ini diselenggarakan setiap tahun dengan Foundation yang berbasis di Jepang untuk perdaaian global dan lingkungan (FGPE).

Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu lingkungan di antara anak-anak dan menyediakan mereka dengan informasi dan alat tentang bagaimana membangun masa depan yang berkelanjutan bagi planet kita.

“Saat ini saya membantu orang tua saya untuk melestarikan energi dan air yang digunakan. Untuk contoh, saya menyalakan lampu hanya di kamar yang digunakan. Aku akan menggunakan air yang digunakan di dapur kami misalnya, untuk bilas sayuran kami untuk menyirami tanaman di kebun dapur kami,” kata pemenang hadiah ketiga, Sataporn Thitiprasert.

Sepanjang tahun, UNEP dan mitra telah mendorong anak-anak untuk penelitian, merenungkan dan menciptakan seni tentang beberapa isu-isu lingkungan yang paling mendesak, seperti gaya hidup yang berkelanjutan, limbah makanan, gurun dan air sebagai sumber kehidupan.

Pemenang hadiah pertama, Gloria Yang mengatakan, “Hidup saya terdiri dari banyak pembicaraan dan presentasi tentang bagaimana menghemat sumber daya alam, bukan untuk membawa mereka untuk diberikan. Saya biasanya menyimpan energi terbarukan seperti air atau listrik dengan menggunakan jumlah yang saya benar-benar butuhkan, dan berpikir tentang lingkungan setiap kali saya melakukan sesuatu yang mungkin tampak boros,” katanya.

Salya menerima hadiah dan sertifikat penghargaan dari Deputi Direktur Eksekutif UNEP, Ibrahim Thiaw. Peserta kompetisi melukis ini diikuti sekitar 63 ribu anak-anak dari 66 negara.

“Melalui kompetisi ini, para peserta mengirimkan pesan kepada seluruh dunia untuk bersama-sama menyelamatkan planet bumi”, ujar Ibrahim Thiaw.

Di tempat yang sama, Duta Besar RI untuk Nairobi, Soehardjono Sastromihardjo mengatakan rasa bangganya kepada Salya. “Kita bangga, anak Indonesia mampu meraih penghargaan dalam kompetisi internasional ini,” kata Dubes Soehardjono.

“Penghargaan kepada ananda Salya diharapkan dapat mendorong kesadaran bersama terutama generasi muda untuk memanfaatkan energi terbarukan dan menggunakan energi secara efisien”, imbuhnya.

Kesadaran tentang pelestarian lingkungan hidup terutama terkait penggunaan energi terbarukan sejak dini perlu ditingkatkan sejak usia muda. Energi di dunia dewasa ini sebagian besar bersumber pada bahan fosil seperti minyak bumi dan batubara. Energi jenis ini suatu saat akan habis dan tidak ramah lingkungan. Diperkirakan energi berbasis fosil berkontribusi pada 30 persen gas rumah kaca dan pemanasan global.

“Oleh karena itu, kampanye pemanfaatan energi terbarukan seperti berbasis tenaga surya, angin dan biomassa perlu terus dikembangkan”, tutur Soehardjono.

 

 

(Sumber: Alafrica/Detik)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN