Thu. Apr 25th, 2019
ilustrasi gantung diri/ist

ilustrasi gantung diri/ist

Kesal Lihat Orang Tua Berkelahi Terus, Siswi di Sarolangun Nekat Gantung Diri… Tewas!!

Ilustrasi

Inilahjambi – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sarolangun bernama Puja Rismawati (16) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Peristiwa itu terjadi Selasa 29 Januari 2019 di kediamannya, di RT 05 Dusun Sukamaju, Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun.

Baca juga : Ibu Guru Cantik ini Cabuli Murid Berkali Kali…”Yuk Main Masuk Masukan Kemaluan…”

Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya sekira pukul 11.00 WIB.

Saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa, tergantung di bagian dapur rumah.

Adik korban lantas memberitahukan adanya kejadian tersebut kepada tetangga.

Setelah mendapatkan laporan, sejumlah tetangga langsung mendatangi lokasi kejadian.

Korban lalu diturunkan setelah tali yang digunakan untuk gantung diri dipotong.

Dari hasil investigasi Pihak Kepolisian tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun, pihak Kepolisian mengamankan barang bukti berupa seutas tali yang di gunakan korban untuk gantung diri, serta sebuah surat yang berupa tulisan singkat untuk keluarganya.

Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Agus Saleh mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui jika korban meninggal dunia murni karena gantung diri.

Baca lagi: Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Sungai, Ada Kepala Bayi Keluar dari Kemaluannya…

Pada tubuh korban, kata Agus, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Di leher korban ada bekas jeratan tali gantungan.

Dan di tubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan.

“Murni bunuh diri sebab tidak ada tanda tanda kekerasan, hanya kita menemukan sepucuk surat yang berisikan pesan dari korban,” kata Agus dilansir penajambi.com, jaringan media inilahjambi.com Rabu 30 Januari 2019.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban langsung diurus oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. Korban sudah dimakamkan di TPU (tempat pemakaman umum) Dusun Sukamaju.

Agus Menambahkan, kekecewaan terhadap orang tua diduga menjadi motif korban mengakhiri hidupnya.

“Korban kecewa dengan orangtuanya karena sering ribut, dan korban merasa kurang diperhatikan, sehingga korban mengambil jalan pintas dengan gantung diri,” pungkas Agus.

Berikut isi surat yang ditulis Puja Rismawati sebelum gantung diri :

“Aku kecewa, giliran aku sakit kamu marah galo dengan aku, kamu dakdo nian nak ngurus aku, aku kecewa dengan kamu.

Mak, aku pergi jangan sering belago yo mak. Aku sayang kamu galo”.

 

Sudah dibagikan