Kontroversi Pelantikan; Camat dan PJ Kades Kungkai Abai Protokol Kesehatan?

Inilah Jambi – Pelantikan penjabat (PJ) Kepala Desa Kungkai, Kecamatan Bangko, Merangin, Jambi, Selasa (30/6) menuai kontroversi. Iya, karena warga-nya mempertanyakan proses penunjukan PJ kades tersebut.

Adalah Zainul Arifin yang tak lain Sekcam Bangko, dilantik menjadi PJ Kades Kungkai oleh Camat Bangko Edi Suprapto, bertempat di aula kantor camat setempat.

Baca Juga: Pelantikan PJ Kades Kungkai Diprotes, Warga ‘Curiga’ Ada Permainan Camat

Baca Juga: Duh, Biduk Amo Jadi Tempat Mesum dan Kumpul Kebo Anak di Bawah Umur

Menjadi sorotan lagi, prosesi pelantikan yang tampak mengabaikan protokol kesehatan standar medis pencegahan penularan virus corona atau corona virus disease (covid-19).

Camat Edi Suprapto terlihat jelas bersalaman tanpa menggunakan sarung tangan dengan PJ kades Zainul Arifin. Selain anggota di dalam ruangan terpantau mengabaikan jarak minimal 1 meter selayaknya aturan Physical Distancing.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Merangin M Arif menganggap hal itu sah-sah saja selagi yang bersangkutan sebelum dan sesudah kegiatan telah mencuci tangan.

“Sepanjang disediakan tempat cuci tangan, dan yang bersangkutan sebelumnya sudah dan segeri mencuci tangan, masih dimaklumi. Namun memang sebaiknya dihindari dulu kontak fisik, dan jaga jarak,” katanya.

Sementara itu, Camat Bangko Edi Suprapto hingga berita ini dirilis belum berhasil dikonfirmasi Inilah Jambi terkait pengabaian protokol kesehatan.

Warga Protes

SEBAGAIMANA dalam pemberitaan sebelumnya, warga menilai oknum camat ikut ‘bermain’ dalam memuluskan Zainul Arifin sebagai penguasa tertinggi di Desa Kungkai.

Baca Juga: Wabup Merangin: [Polisi] Lakukan Penanganan Hukum Secara Transparan dan Berkeadilan

Baca Juga: Al Haris: Merangin Raih WTP ke-4

Baca Juga: Al Haris Nazar Potong Kerbau Jika Tak Ada Pasien Covid-19 di Merangin yang Meninggal

Hal ini didasarkan usulan hasil musyawarah masyarakat, BPD, perangkat desa, lembaga adat, pegawai sara’, dan tokoh pemuda, terhadap delapan putra-putri terbaik desa itu tak satu-pun diterima.

“Padahal yang mengintruksikan agar dilakukan musyawarah adalah camat sendiri. Minta dirapatkan usulan nama PJ yang akan ditunjuk. Iya kita usulkan ke mereka, lalu kenapa tiba-tiba tak ada satupun warga Kungkai yang jadi PJ kades,” ungkap HK warga setempat penuh keheranan.

Senada, tokoh pemuda Desa Kungkai Dedi Ermanto-pun angkat suara. Ia kecewa atas ulah Camat Bangko yang seolah-olah sengaja melakukan pembodohan ke masyarakat. “Usulan kami tidak didengar dan tidak dianggap,” katanya.

Sosok yang menjabat sebagai ketua karang taruna desa setempat itu menuturkan, kericuhan sempat juga terjadi di desa karena mendapat kabar usulan putra-putri terbaik setempat tak diangkat menjadi PJ kades.

Baca Juga: Penerimaan CPNS Siap Dibuka, Mohon Maaf Bukan untuk Pegawai Administrasi

Baca Juga: Indonesia Kelebihan ASN, Tjahjo Kumolo Susun Strategi ‘PHK’ PNS yang Tak Produktif di Masa Covid-19

“Namun ternyata yang dilantik menjadi PJ kades adalah Sekcam Bangko yang notabennya bukan penduduk asli Desa Kungkai. Sia-sia musyawarah yang kita jalani beberapa bulan belakangan ini,” pungkasnya.

(Rhomadan Cerbitakasa)

HOT NEWS