Limbah B3 PT Jindi Cemari Sungai Batang Hari, Sirojuddin Berang

DPRD Batanggari Akan Ajak DLHD Turun Kelokasi Tambang PT Jindi Souht Jambi


Inilah Jambi – Anggota DPRD Kabupaten Batanghari, Sirojuddin, marah. Dia akan segera memanggil Dinas Lingkungan Hidup Daerah ( DLHD ) Batanghari guna mengklarifikasi soal limbah B3  Jindi South Jambi B Co. Ltd di Desa Sengkati Mudo, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, yang heboh di media belakangan ini.

Menurut Sirojuddin, perusahaan itu disinyalir tidak bisa mengatasi limbah perusahaannya dengan baik, sehingga terjadi pencemaran sampai ke aliran Sungai Batang Hari yang ada pada Desa Sengkati Mudo dan sekitarnya.

“Nah, ini sudah bahaya jika sudah masuk kedalam Sungai Batang Hari, ini akan segera kami tindak secepatnya,” ungkap Sirojuddin saat dikonfirmasikan via WhatsApp Whatsha, Minggu 24 Oktober 2021.

Politisi Partai Golkar Dapil 3 Kecamatan Mersam ini memastikan, pihaknya akan memanggil DLHD Batang Hari dan turun langsung ke lokasi tambang.

“Senin besok (25/10) saya minta pihak media yang memberitakan bisa datang ke kantor DPR dulu untuk membahas masalah limbah itu di ruangan saya sendiri dan setelah itu kita langsung bersama-sama ke kantor DLH guna berkoordinasi dan mengajak DLH turun langsung ke lapangan tempat PT Jindi itu,” tegas Sirojuddin.

“Apa lagi sesuai kabar yang saya dapati dari beberapa media, PT Jindi bukan hanya membuang limbah dari tambang yang ada di Desa Sengkati Mudo, namun juga menampung limbah beracun yang berasal dari Blato Sarolangun ke Desa Sengkati Mudo. Kan itu sudah sangat luar biasa,” sambungnya.

Baca juga:

Kepala Bidang (Kabid) DLHD Provinsi Jambi Evi Sahrul pada Kamis (21/10), mengatakan akan menindaklanjuti hal tersebut dan DLHD provinsi juga minta tindak tegas dari DLHD Kabupaten Batanghari serta pihak DLHD provinsi resmi surati gakkum untuk bertujuan memverifikasi ke lapangan.

“Ini sudah pernah kita lakukan pengelolaan pengaduan dan rekomendasi sanksi ke Kabupaten, jika tidak ada perubahan kita ambil tindakan bersama gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” papar Evi Sahrul.

Sementara itu, juru bicara PT Jindi South Jambi, Surya, mengatakan bahwa kondisi di lapangan tidak seperti yang diberitakan. Menurut dia pemberitaan yang beredar terlalu berlebihan.

Sayangnya Surya tidak menyebutkan lebih lanjut berita bagian mana yang dinilainya tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan terlalu berlebihan itu.

“Pemberitaan itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan terlalu berlebihan,” katanya, 22 Oktober 2021, melalui sambungan telepon.

Reporter: Erpan


 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.

Tinggalkan Balasan

SOROTAN