Listrik Sering Hidup Mati, Ini Kata PLN Cabang Jambi

Tarif Listrik naik

Tarif Listrik naik

Listrik Sering Hidup Mati, Ini Kata PLN Cabang Jambi


Inilah Jambi  – Sering padamnya listrik di Jambi dalam beberapa waktu ini disebabkan oleh 3 pembangkit listrik di Jambi belum berfungsi dan beroperasi maksimal sesuai kapasitasnya.

Menurut Asisten Manajer Jaringan PLN Cabang Jambi, Khairullingga Sabtu 17 Oktober 2015, tiga pembangkit listrik di Jambi, yakni PLTMG CNG Sei Gelam, PLTG Payo Silincah unit 1 dan 2 kekurangan daya, yang menyebabkan pemadaman bergilir di daerah ini.

Baca: 

PLTMG CNG Sei Gelam mengalami kekurangan daya sebesar 89,5 mw, PLTG Payo Silincah unit 1 dan 2 masing-masing kurang sebesar 46,78 mw.

Khairullingga tidak menjelaskan apa penyebab dari belum siapnya unit pembangkit listrik tersebut sehingga dalam beberapa bulan terakhir dan kedepan masih akan dilakukan pemadaman bergilir untuk wilayah Provinsi Jambi.

Selain pembangkit lisrik di Jambi, sebanyak 12 pembangkit listrik di Sumatera juga belum bisa berfungsi dan beroperasi maksimal, yakni PLTU Teluk Sirih unit 2 mengalami kekurangan sebanyak 100 megawatt (mw), PLTMG Balai Pungut unit 3 kurang 17 mw, PLTMG Pungut unit 7 juga kurang 17 mw, PLTG Teluk Lembu unit 1, 2 dan 3 masing-masing kekurangan daya sebesar 14 mw, 14 mwdan 16 mw.

Lihat juga: 

Selain itu juga ada PLTG Kota Panjang unit 3 kapasitasnya kurang 38 mw, PLTA Maninjau unit 3 kurang 16 mw serta PLTA Koto Panjang kurang 1×30 mw, PLTA Singkarak 4×40 mw dan PLTS Maninjau 3×15 mw.


Penyertaan Modal Negara Dijegal DPR, PT PLN Pening Lanjutan Proyek Pembangkit Listrik


Inilah Jambi – Penundaan kucuran penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 10 triliun kepada PT PLN (persero) membuat BUMN yang mengurusi masalah listrik ini cari cara lain untuk dapatkan sumber pendanaan.

Langkah itu dilakukan karena PLN masih harus mengejar target pembangunan proyek listrik 35 ribu MW. PLN dibebani membangun pembangkit sebesar 10 ribu MW, termasuk di dalamnya 7.000 MW proyek sebelumnya.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengungkapkan, pihaknya tengah mengajukan pinjaman kepada Bank BUMN untuk menutupi kebutuhan pembangunan infrastuktur listrik sepanjang 2015 dan tahun depan.

“Kita menjembatani itu dengan pinjaman jangka pendek kepada perbankan. Kalau ada kekurangan likuiditas kita akan ambil dari perbankan. Kan kita sudah ada perhitungannya,” ujar Sofyan, di Jakarta, Selasa 10 November 2015.

Sofyan mengatakan, rencananya PLN akan meminjam setidaknya Rp 20 triliun kepada sejumlah bank BUMN. Angka ini justru lebih besar dibanding nilai PMN yang akan didapatkan PLN senilai Rp 10 triliun.

“Kepada beberapa bank pemerintah. Angkanya besar kira-kira Rp 20 triliun sudah,” kata Sofyan.

PMN sendiri dijegal oleh DPR pada sidang paripurna DPR beberapa waktu lalu. Rencananya PMN akan dibahas lagi pada sidang APBN Perubahan tahun depan.

PMN untuk PLN difokuskan untuk membangun proyek pembangkit demi menambah kapasitas listrik 35 ribu MW.

(Muhammad Ikhlas)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN