Ngegemesin! Tim Cheerleader Ini Anggotanya Nenek-Nenek 70 Tahun….

Inilahjambi – Tim cheerleader identik dengan gadis-gadis muda yang mungil dan cantik. Namun tim cheerleader yang satu ini sedikit berbeda. Personelnya bukan beranggotakan gadis-gadis muda dan mungil melainkan nenek-nenek dengan rata-rata usia 70 tahun ke atas.

Tim pemandu sorak dengan nama Japan Pom Pom itu memiliki anggota 28 nenek-nenek yang berusia 70-an. Namun ada beberapa di antaranya yang masih berumur 50-an dan 80-an. Pemandu sorak beranggotakan wanita lansia tersebut tampak menarik perhatian dan dikabarkan sudah selama dua dekade terakhir terus tampil di berbagai kesempatan.

Pendiri Japan Pom Pom, Fumie Tanako, merupakan salah satu anggota yang paling aktif. Dilansir dari Japan Times, wanita 84 tahun itu menuturkan kalau mendirikan Japan Pom Pom untuk mengenang masa muda bersama teman-temannya. Di kala muda, ia mengaku tidak percaya diri untuk bergabung ke dalam tim pemandu sorak.

Baru ketika berusia 53 tahun, Fumie memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Texas demi bisa belajar tari dan membentuk tim cheerleader. Keputusan Fumie untuk mendirikan tim cheerleader mendapat dukungan dari anak-anaknya.

Fumie tak ingin membentuk tim cheerleader biasa tapi harus bisa melibatkan dirinya. Oleh karena itu, ia membentuk tim dengan para wanita aktif yang umurnya tidak jauh beda. Fumie mengatakan mendirikan Japan Pom Pom karena terpesona dengan pemandu sorak di Amerika.

“Aku suka sekali melihat gerakan-gerakan American cheerleader, mereka sangat profesional,” ujar Fumie.

Fumie sudah memimpin kelompok Japan Pom Pom sejak 1996 dan tidak memiliki rencana pensiun walaupun usianya sudah 84 tahun. Padahal beberapa personelnya harus pensiun karena masalah kesehatan.

Tim Japan Pom Pom berkumpul setiap minggu mengenakan kostum warna merah yang ketat dan menggunakan rok mini. Mereka selalu latihan gerakan-gerakan baru untuk membuat tariannya bervariasi. Mereka juga mencoba untuk melakukan akrobat tapi tidak berlebihan agar tidak terjadi cedera serius. Fumie menuturkan kalau Japan Pom Pom terbuka untuk semua wanita tapi dengan syarat usia minimal 55 tahun.Pendiri Japan Pom Pom, Fumie Tanako, merupakan salah satu anggota yang paling aktif. Dilansir dari Japan Times, wanita 84 tahun itu menuturkan kalau mendirikan Japan Pom Pom untuk mengenang masa muda bersama teman-temannya. Di kala muda, ia mengaku tidak percaya diri untuk bergabung ke dalam tim pemandu sorak.

Baru ketika berusia 53 tahun, Fumie memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Texas demi bisa belajar tari dan membentuk tim cheerleader. Keputusan Fumie untuk mendirikan tim cheerleader mendapat dukungan dari anak-anaknya.

Fumie tak ingin membentuk tim cheerleader biasa tapi harus bisa melibatkan dirinya. Oleh karena itu, ia membentuk tim dengan para wanita aktif yang umurnya tidak jauh beda. Fumie mengatakan mendirikan Japan Pom Pom karena terpesona dengan pemandu sorak di Amerika.

“Aku suka sekali melihat gerakan-gerakan American cheerleader, mereka sangat profesional,” ujar Fumie.

Fumie sudah memimpin kelompok Japan Pom Pom sejak 1996 dan tidak memiliki rencana pensiun walaupun usianya sudah 84 tahun. Padahal beberapa personelnya harus pensiun karena masalah kesehatan.

Tim Japan Pom Pom berkumpul setiap minggu mengenakan kostum warna merah yang ketat dan menggunakan rok mini. Mereka selalu latihan gerakan-gerakan baru untuk membuat tariannya bervariasi. Mereka juga mencoba untuk melakukan akrobat tapi tidak berlebihan agar tidak terjadi cedera serius. Fumie menuturkan kalau Japan Pom Pom terbuka untuk semua wanita tapi dengan syarat usia minimal 55 tahun.

*sumber: Detik.com

(Renny N)

Bagikan
HOT NEWS