Mon. May 27th, 2019
Capres nomor urut 02, prabowo subianto. (Ist)

Capres nomor urut 02, prabowo subianto. (Ist)

Prabowo Ketemu Wartawan Asing dan Bongkar Kecurangan Pemilu 2019

Teks Sumber : RMOL.CO

Inilahjambi – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan dari media asing untuk menjelaskan tentang adanya kecurangan pemilu presiden yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Pertemuan itu berlangsung di rumahnya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 6 Mei 2019.

Baca lagiPunya Nama, Rumah Prabowo di Maps Jadi ‘Istana Presiden Kertanegara’

Kecurangan pemilu tersebut menurut dia terjadi secara terbuka dan terbukti telah melenceng dari norma-norma demokrasi.

“Pada intinya, kami mencoba untuk menjelaskan kepada warga dunia dan Indonesia tentunya bahwa kami mengalami pemilu dengan aksi kecurangan yang terbuka,” katanya melalui keterangan yang diterima wartawan, Selasa 7 Mei 2019.

Kecurangan itu dinilai tampak jelas ada upaya untuk memberdayakan aparat kepolisian, berbagai institusi pemerintahan, hingga intelijen. Mantan Danjen Kopassus itu pun memastikan kalau pihaknya punya bukti soal dugaan kecurangan tersebut.

“Kami memiliki banyak bukti dan laporan. Kecurangan surat suara seperti surat suara yang sudah dicoblos sebelum pemilu misalnya yang ditemukan di Malaysia, dan berikutnya hal-hal lain,” bebernya.

Terkait itu, Prabowo mengaku sangat menyesalkan lantaran Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan telah memilih jalan demokrasi semenjak era reformasi pada tahun 1998 lalu.

Lebih lanjut Prabowo menekankan, demokrasi merupakan pergantian kekuasaan dengan cara damai tanpa ada kekerasan sedikitpun. Akan tetapi, kini ada pihak yang ingin merusak sistem demokrasi dengan terus berupaya melanggar ketentuan yang ada.

Baca lagi : Mulai Rekapitulasi Penghitungan Suara, Gedung KPU Dijaga Super Ketat

“Karena itulah, kami tengah berusaha untuk menegakkan demokrasi di Indonesia menjadi demokrasi yang benar, yang jujur untuk mengubah sebuah sistem menjadi lebih baik kedepannya,” pungkasnya.

Sudah dibagikan