Proyek Bendungan Merangin Tertunda, Anggaran Dialihkan ke Vaksin Covid -19

Proyek Bendungan Merangin Tertunda, Anggaran Dialihkan ke Vaksin Covid -19


Inilah Jambi – Mega proyek pembangunan bendungan Merangin, tampaknya harus tertunda. Pasalnya, anggaran untuk sertifikasi yang sudah disiapkan tahun ini, dialihkan ke dana vaksin Covid-19.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) Gatut Bayu Aji, melalui Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) BWSS VI Supriyono menjelaskan, dana sertifikasi itu dialokasikan untuk keamanan pembangunan bendungan.

Tahun anggaran 2021 ini sudah dialokasikan. Tetapi, lantaran pandemi covid-19 dan negara butuh dana besar untuk membeli vaksin, maka anggaran dialihkan ke penanggulangan Covid.

“Seharusnya tahun ini bisa sertifikasi, tetapi anggaran ditarik lagi oleh pusat untuk vaksin,” ungkap Supriyono didampingi Kasi TU BWSS VI Maulana kepada wartawan Jumat 19 Februari 2021.

Selain itu, pembangunan bendungan Merangin yang bernilai Rp 2,3 Triliun itu, terhambat gara-gara mekanisme yang digunakan adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Sementara, untuk bendungan, baru kali ini diterapkan KPBU. Selama ini sistem KPBU diterapkan di pembangunan jalan tol.

Dan kata dia, jika KPBU Bendungan Merangin berhasil, itu artinya bendungan ini satu-satunya yang menerapkan KPBU di Indonesia.

“Sekarang tergantung kapan penyelesaian mekanisme KPBU ini. Kalau cepat, bisa segera dilaksanakan,” paparnya.

Tetapi, dia memprediksi pelaksanaan pembangunan baru bisa dilaksanakan pada tahun 2024 nanti.

“Kira-kira tahun 2024 baru terlaksana. Karena sampai sekarang masih membahas soal KPBU dan menunggu sertifikasi,” jabarnya.

Dikatakan, sertifikasi bisa terlaksana jika pihak badan usaha melaksanakan. Sebab, dengan nilai 2 triliun rupiah lebih, badan usaha yang melaksanakan pembangunan, bisa mengadakan sertifikasi sendiri.

Lihat juga:

***

Baca juga:

 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN