Proyek Pipanisasi di Tanjab Barat Tetap Dilanjutkan, Padahal…

Sumber Serujambi.com

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Bagikan:

Proyek Pipanisasi di Tanjab Barat Tetap Dilanjutkan, Padahal…


Inilah Jambi – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi,  menganggarkan dana proyek pipanisasi  air bersih dari APBD tahun 2018. Tak tanggung-tanggung, pekerjaan air bersih yang dipecah menjadi tiga paket itu, nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Padahal proyek ini masih dalam pengusutan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, setelah sejumlah pejabat Dinas PU setempat terseret kasus korupsi proyek yang berjalan sejak tahun 2009-2010 itu.

Kejati Jambi bahkan menyatakan, ada tersangka baru dalam kasus ini. Tersangka tersebut yaitu Hendri Sastra, mantan Kadis PU Tanjab Barat. Hendri Sastra dijadikan tersangka atas dugaan kasus korupsi pembangunan fisik pipanisasi air bersih tahun anggaran. 2009/2010 yang dikerjakan. PT Batur Artha Mandiri (BAM).

Pihak Kejati diketahui juga telah memeriksa 27 orang saksi untuk mengungkap kasus tersebut. Beberapa orang yang diperiksa diantaranya adalah Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat, Andi Achmad Nuzul dan beberapa pejabat dinas PUPR. Kejati menilai ada kerugian negara yang cukup besar dalam kasus tersebut.

Material lama digunakan

Penggunaan material lama dalam proyek pipanisasi di Tanjab Barat ini dinilai berasalah, sebab masih tersangkut masalah hukum dan masih dalam proses penyidikan di Kejati Jambi.

Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat, Andi Achmad Nuzul menyatakan jika apa yang dilakukan pihaknya tidak menyalahi aturan. Pasalnya pihak Kejati telah mengeluarkan surat, yang menjadi dasar apa yang mereka lakukan saat ini. Selain itu, sisa material proyek multiyears itu, juga telah diaudit oleh BPK beberapa tahun lalu.

“Dasar kita melanjutkan proyek lanjutan ini adanya surat dari Kejati Jambi. Sudah ada audit dari BPK, jadi itu dasar kita melanjutkan. Terkait material yang lama yang digunakan kembali, bukanlah suatu untuk menghilangkan barang bukti. Dan semuanya ada dasar, apalagi pipa dan mesin itu sudah dibayarkan 100 persen, hanya saja memang belum terpasang,” jelas Andi Nuzul.

Menurut Andi Nuzul, surat rekomendasi dari Kejati Jambi, juga telah disampaikan ke DPRD Tanjabbar. Sehingga seluruh dewan juga sudah mengetahui masalah tersebut dan menyetujuinya.

Kadis PUPR itu juga mengungkapkan, proyek air bersih ini harus dilanjutkan. Mengingat masyarakat Tanjabbar sangat menanti-nantikan air bersih. Apalagi, sisa material yang belum terpasang, nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Sayangkan kalau tidak digunakan kembali,” sebutnya.

Andi menambahkan, setelah revitalisasi selesai, maka instalasi air bersih dari Teluk Pengkah, Tebing Tinggi akan dikoneksikan ke jaringan di Bram Itam, yang dibangun di zaman Bupati Usman–Katamso.

“Jadi tahun ini hanya menyelesaikan koneksi dari Tebing Tinggi ke Bram Itam. Tergantung dari Kontraktornya, bisa apa tidak menyelesaikan sampai akhir tahun ini,” tambahnya.

Ketua DPRD Tanjab Barat, Faizal Riza, mengaku tak mendukung sepenuhnya. Sebab sisa material proyek tahun 2009/2010 itu masih dalam pengawasan aparat hukum. Karena itu menurutnya, sebaiknya tidak digunakan.

“Kita contohkan saja kapal Tungkal Samudera, kan dak bisa dijual sebelum ada kejelasan hukum,” ungkapnya.

Bahkan pria yang akrab disapa Icol tersebut mengaku, jika dirinya tidak mendapat surat tertulis dari dinas PUPR tentang penggunaan eks material proyek air bersih tahun 2009/2010.

“Dari awal saya tidak mengikuti teknisnya dan tidak pernah ikut pembahasannya. Jadi saya tidak ada tanda tangan,” beber Icol.

Pemenang Proyek

Dari data LPSE Tanjabbar, lewat situs resminya http://lpse.tanjabbarkab.go.id, diketahui lelang sudah selesai. Tiga pemenang sudah harus mengerjakan proyek ini sejak tanggal pengumuman pemenang lelang ditetapkan.

Masih data dari situs LPSE Tanjabbar, paket air bersih dipecah menjadi tiga. Yakni, Revitalisasi Pipa Air Bersih Tebing Tinggi dengan HPS Rp 32,648 miliar, pemenang PT Tirta Sarana Mulia Technology (penawaran Rp 31,188 M).

Pada paket ini, dari 55 peserta lelang, hanya satu perusahaan yang memenuhi administrasi teknis, yakni pemenang itu sendiri, PT Tirta Sarana Mulia Technology.

Berikutnya, Pengadaan dan Pemasangan Air Bersih 100 Liter/ Detik Kab. Tanjung Jabung Barat dengan HPS Rp 39,392 miliar, pemenang PT Maswandi (penawaran Rp38,328 M).

Dari 24 peserta lelang, hanya 3 perusahaan yang memenuhi administrasi teknis; PT Lepen Kencana Utama, PT Tirta Sarana Mulia (pemenang paket Revitalisasi Pipa Air Bersih Tebing Tinggi) dan PT Maswandi.

Terakhir, Pembangunan Sarana Air Bersih Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahap II dengan HPS Rp 39,880 miliar, pemenang PT Systec Tirta Nusabauana (penawaran Rp 38,683 M).

Pada paket pekerjaan ini, dari 33 peserta lelang, hanya 4 yang memenuhi administrasi teknis; PT Maswandi (pemenang paket Pengadaan dan Pemasangan Air Bersih 100 Liter/ Detik Kab. Tanjung Jabung Barat), PT Systec Tirta Nusabauana, PT Citra Murni Abadi dan PT Wijaya Kusuma Emindo.

 

Bagikan:
SOROTAN