Rembuk Stunting, Fadhil Arief; 70 Persen Penurunan Stunting Dipengaruhi Sektor Non Kesehatan

BATANG HARI, Inilahjambi.com Pemerintah Kabupaten Batang Hari melaksanakan pertemuan Advokasi lintas program dan lintas Sektor (rembuk stunting) Tahun 2023 bertempat di Ruang kaca rumah dinas Bupati.

“tujuan dari rembuk stunting hari ini adalah agar terbentuknya komitmen bersama dan terjalinnya koordinasi antara stakeholder terkait, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Batang Hari, serta adanya pemahaman yang sama mendukung pencegahan dan penanggulangan stunting yang difokuskan terhadap 1.000 (seribu) hari pertama kehidupan (HPK) dan bayi baru lahir dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batang Hari,” kata Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief melalui Sambutannya, Senin, (07/08).

Fadhil mengungkapkan, Tahun 2023 ini adalah merupakan tahun kedua Kabupaten Batang Hari menjadi lokus percepatan penurunan stunting, hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP.10/M.PPN/HK/02/2021 tentang Penetapan perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi.

Terhitung SK Kepala Bappenas tersebut, Pemerintah daerah Kabupaten Batang Hari langsung menikdaklanjuti dengan pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan penurunan stunting pada bulan Juni 2021 serta ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Bupati Batang Hari Nomor 7 Tahun 2021 tentang Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Batang Hari dan Surat Keputusan Bupati Batang Hari Nomor 503 Tahun 2021 Tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Batang Hari termasuk SK Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan, Tingkat Desa/Kelurahan serta Surat Keputusan Bupati Batang Hari Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Penetapan Desa/Kelurahan Lokasi Prioritas Percepatan Penurunan Dan Pencegahan Stunting Kabupaten Batang Hari Tahun 2022 Dan 2023.

“Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembanganan otak yang kurang maksimal hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar dibawah rata-rata, bisa berakibat prestasi belajar yang buruk,” pungkas Fadhil.

“Kunci pencegahan stunting adalah di seribu hari pertama kehidupan (HPK) sehingga perhatian kepada ibu hamil serta balita di bawah umur dua tahun (baduta) perlu kita upayakan, serta intervensi remaja putri dan calon pengantin untuk menciptakan generasi yang cerdas, sehat dan berprestasi,” lanjutnya.

Bupati Batang Hari itu juga berujar jika, Intervensi stunting tidak hanya dilakukan oleh kesehatan saja, tingkat keberhasilan program penurunan stunting sangat dipengaruhi sektor non kesehatan dengan proposi dukungan mencapai 70 persen.

“Untuk itu perlu dilakukan melalui
pendekatan multi sektor dan multi pihak melalui pentahelix yaitu menyediakan platform kerjasama antara pemerintah dan unsur pemangku kepentingan (dunia usaha seperti lounching program BAAS pada hari ini, perguruan tinggi, masyarakat dan media),” imbuhnya.

Adapun dukungan daerah dalam upaya penurunan stunting diantaranya pembangunan sanitasi, air bersih, pembangunan infrastruktur, penyediaan pangan aman yang bergizi, pemberdayaan masyarakat dalam pemahaman pencegahan, kepedulian dan peran pencegahan stunting, demikian kata Bupati Fadhil Arief.

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN