Sepatu Merek Brodo Sudah Terjual 1.000 Pasang di Jambi Secara Online

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Sepatu merek Brodo yang dibuat di Bandung dan dipasarkan secara online di internet telah terjual sebanyak 1.000 pasang di Jambi.

Penjualan yang cukup fantastis itu diungkap Yukka Harlanda, Owner PT Brodo Ganesha Indonesia, produsen sepatu merek Brodo di Jambi, 26 November 2015 di Hotel Aston kepada wartawan.

“Saya baru saja cek di server kami, ternyata penjualan sepatu Brodo di Jambi cukup tinggi, sudah mencapai 1.000 pasang sejak beberapa bulan ini,” kata Yukka.

Pengusaha muda berusia 27 tahun, yang baru pertama kali datang ke Jambi ini, mengaku senang dengan tingginya angka penjualan sepatunya di daerah ini.

“Ini kunjungan pertama saya ke Jambi, tapi ternyata sepatu merek Brodo buatan kami sudah cukup dikenal, ini dapat dilihat dari angka penjualan yang cukup tinggi,” kata Yukka lagi

Diakuinya, perkembangan dunia teknologi informasi sangat membantunya dalam mengembangkan usaha. Sehingga, meski tidak memiliki outlet atau toko khusus, namun produknya dapat dinikmati oleh masyarakat dengan membeli secara online.

“Kami memang melayani pembelian khusus secara online. Jadi produk kami tidak dijual secara bebas di pasaran. Sasaran kami memang anak-anak muda yang melek IT. Ini kami lakukan sejak pertama kami memulai usaha,” ujarnya.

Yukka menyatakan, untuk melayani pembelian secara online, pihaknya menyiagakan sekitar 40 tenaga administrator di kantornya di Bandung.

“Merekalah yang melayani pembelian, penjualan dan promosi produk kepada masyarakat secara online. Sementara karyawan lain mengerjakan tugas-tugas lainnya. Total karyawan Brodo ada sekitar 104 orang,” ujarnya lagi.

 

Baca selanjutnya: awal Mula Memulai Usaha Brodo…..

[nextpage title=”2″]

Yukka Harlanda terbilang pengusaha muda yang berhasil meraih sukses dalam bisnis secara online.

Dia menceritakan, usaha yang dirintis pada tahun 2013 lalu itu berawal dari persoalannya sendiri yang kesulitan mencari ukuran sepatu untuk dirinya.

Sudah sejak dari kecil dia memang kesulitan mencari ukuran sepatu yang pas di kakinya. Ukuran kakinya secara umum memang lebih besar, yakni 46.

“Jarang produsen sepatu yang membuat ukuran 46, sehingga saya harus memesan sepatu khusus. Saya biasanya dulu memesan di Cibaduyut. Dari sanalah saya terbuka pikiran untuk mulai bisnis sepatu,” katanya lagi.

Dengan modal Rp7 juta, Yukka mulai memesan sepatu ke pengrajin di Cibaduyut Bandung untuk dijual kembali.

“Modal awal saya Rp7 juta. Rp3,5 jutanya adalah uang saya pribadi dari hasil tabungan sejak kecil. Uang THR yang saya kumpulkan sejak lama itu saya pakai untuk modal, ditambah uang pinjaman sebesar Rp3,5 juta lagi. Jadilah saya pesan 40 pasang sepatu ke pengrajin di Cibaduyut saat itu,” bebernya.

Saat itu, kata Yukka, industri sepatu di Cibaduyut memang sedang mengalami penurunan, karena tak sanggup bersaing dengan sepatu “bermerek”.

Namun Yukka tetap yakin, kualitas sepatu buatan Cibaduyut sangat baik, sehingga bisa diadu di pasaran. Namun dia meyakini cara-cara non konvensional untuk menembus pasar sepatu, yakni menjual secara online.

“Saya yakin dengan penjualan secara online, pasar sepatu yang selama ini didominasi barang-barang bermerek lainnya dapat kami tembus,” sebutnya.

Yukka mengatakan, salah satu kunci sukses penjualannya adalah mengikuti tren cara belanja saat ini, sehingga mereka mampu menebus batas.

“Ada perubahan besar dalam beberapa kalangan terhadap cara belanja, khususnya anak muda. Jika dulu orang belanja harus datang langsung ke toko yang dimaksud, tapi kini cukup dengan akses internet, mereka dapat belanja. Peluang bisnis secara online itulah yang kami manfaatkan dengan baik,” sebutnya.

Saat ini, kata Yukka, dalam sebulannya sepatu merek Brodo terjual sekitar 4.000 pasang secara online. Pemesanan datang berbagai daerah di Indonesia.

 

 

(Nurul Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN