Tradisi Ketalang Petang dari Merangin

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Bagikan:

Tradisi Ketalang Petang dari Merangin


Inilah Jambi  – Pergelaran Tradisi Lisan 2015 di Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Rabu malam 2 Desember 2015, menampilkan kesenian tradisi dari Kabupaten Merangin, yakni Ketalang Petang.

Ketalang Petang, adalah kesenian tradisi yang dimainkan sebagai penyemangat kerja pada esoknya hari saat turun ke ladang. Maka, Ketalang Petang, biasanya dimainkan pada sore hari hari hingga malam menjelang.

Baca juga:

Dalam perkembanganya, kesenian Ketalang Petang juga dimainkan sebagai acara hiburan saat ada pernikahan, sunatan atau acara lainnya.

Secara umum, kesenian ini dimainkan muda-mudi, namun saat ini tidak banyak lagi anak-anak muda kini yang tertarik dan menekuni kesenian ini.

***

Ngegah Imau, Ritual Magis Warga Kampung Tengah Kerinci Menghormati Harimau


Inilah Jambi  – Kata ‘Ngegah’ atau ‘menggagahi’ harimau dalam kesenian tradisi Ngegah Imau dari Kampung Tengah, Kerinci, bermakna penghormatan pada Harimau.

Ritual ini biasanya dipersembahkan saat ada harimau yang mati. Baik sebab dibunuh oleh pemburu atau karena hal lain. Dalam kondisi terbunuh oleh pemburu, jasad harimau biasanya tidak utuh. Ada bagian-bagian tubuh yang hilang; Kuku, taring, kulit, mata, kaki dan sebagainya.

“Dalam Ngegah Imau, kami akan mengganti bagian tubuh yang hilang itu, mata diganti dengan cermin, kuku diganti dengan keris, taring dganti dengan pedang, ekor diganti dengan tombak dan lainnya,” kata Oktora Karim, pawang dalam ritual magis Ngegah Imau, Senin malam 24 Oktober 2016, usai pergelaran seni tradisi lisan di Kantor Bahasa Provinsi Jambi.

RitualRitual itu dilandasi oleh semacam janji dan sumpah setio antara nenek moyang orang Kampung Tengah Kerinci dengan harimau. Warga setempat tidak boleh membunuh harimau, sebaliknya harimau tidak boleh mengganggu manusia. Janji itu tertuang dalam sebuah mantra yang disebut pno,” baca selengkapnya

 

Bagikan:
SOROTAN