Waspada, Kota Jambi Tercatat Paling Banyak ODP dan PDP Covid 19, Ini Sebarannya

Covid 19 di Jambi Virus Corona

Covid 19 di Jambi Virus Corona

 

Kota Jambi Tercatat Paling Banyak ODP dan PDP Covid 19

Baca juga:

Inilah Jambi – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Corona atau Covid 19 di Provinsi Jambi naik menjadi 783 orang pada Kamis 26 Maret 2020. Jumlah itu tersebar di kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Menurut Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Corona Provinsi Jambi, Johansyah, jumlah ODP terbanyak berada di Kota Jambi yang mencapai 258 orang.

Posisi kedua ODP Covid 19 ditempati oleh Sarolangun sebanyak 242 orang, Tebo 92 orang, dan Muarojambi sebanyak 86 orang.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) paling banyak juga masih berada di Kota Jambi yang tercatat sebanyak 11 orang.

Kemudian Kerinci 3 orang, Muarojambi 2 orang, Tanjungjabung Barat 2 orang, Tanjungjabung Timur 1 orang, Tebo 1 orang, dan Bungo 1 orang.

Johansyah mengatakan, jumlah ODP di Jambi naik mencapai 783 orang karena hari ini semua Gugus Tugas Penanganan Corona kabupaten/kota telah menyampaikan laporan secara lengkap.

“Untuk data hari ini, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 21 orang, positif corona 1 orang, dan 11 orang sedang menunggu hasil uji swab,” singkatnya.

(*/)

 

Tegal Lockdown, Perbatasan Kota Dipagar dengan MBC Beton

 

Inilah Jambi – Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memutuskan untuk mengunci wilayahnya alias lockdown mulai 30 Maret sampai 31 Juli 2020 mendatang.

Kebijakan ini disampaikan saat melakukan jumpa pers di Pendapa Balai Kota Tegal, terkait pasien positif covid-19 di Tegal, Rabu 25 Maret 2020.

Menurut Dedi, seluruh perbatasan akan ditutup, tidak lagi menggunakan water barrier tetapi MBC beton untuk memagar pintu-pintu masuk. Pihaknya hanya membuka jalur provinsi dan nasional.

“Itu beratnya MBC beton kurang lebih dua ton, jadi warga tidak akan menggeser,” paparnya dalam jumpa pers.

Dedy mengaku sangat dilema dengan kebijakan yang kini diambilnya untuk mengarantina di wilayah pemerintahannya.

“Ini adalah pilihan yang pahit dan saya juga dilema. Jika disuruh memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka,” kata dia baca selengkapnya

(*/)

INFORIAL