17 Agustus Makin Dekat, Penjualan Bendera dan Marawa di Batanghari Masih Minim…
Inilahjambi – Banyak para penjual bendera dan marawa dalam rangka menyambut HUT RI ke-73 yang menyebar di beberapa tempat di Kabupaten Batanghari, mengeluhkan sepinya pembeli.
Salah satunya dialami Teteng Suhendar (32) yang menggelar dagangannya di Jalan Sudirman, Kota Muarabulian.
Kepada Inilahjambi, Senin 13 Agustus 2018, Teteng yang asli Garut Jawa Barat ini, mengatakan sejak 2 minggu lalu, hanya beberapa lembar bendera kantor dan umum serta marawa yang laku.
“Yah, dua minggu ini, hanya laku berapa lembar saja, Bang. ” keluh Teteng.
Menyikapi minimnya pembeli daganganya tersebut, Teteng hanya bisa bersabar, menunggu pembeli datang.
“Yaah, saya hanya bisa berdoa semoga ada yang datang beli bendera dan marawa saya.” keluhnya lagi.
Ketika ditanyakan apa faktor lesunya masyarakat untuk membeli barang dagangannya tersebut, sosok pria yang setiap tahunnya menjual bendera dan marawa di Batanghari ini, mengakui ada hubungannya dengan murahnya harga karet dan sawit.
“Saya rasa, harga sawit dan karet yang murah, menjadi salah satu pemicunya.” ungkapnya.
Teteng menjual bendera merah putih ukuran 1,80 m seharga 250 ribu dan ukuran 1,50 m seharga 150 ribu. Untuk marawa dan umbul-umbul, paling murah 25 ribu.
(Ade Ambon)
