Belum Ada Obat, Puluhan Warga Pemayung dan Bathin XXIV Terjangkit Kaki Gajah
Inilahjambi, BATANGHARI – Puluhan warga Pemayung dan Bathin XXIV di Kabupaten Batanghari mengidap penyakit Filariasis atau Kaki Gajah. Jumlah kasusnya mencapai angka 74.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Almicab S.KM mengatakan, penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini bukan penyakit keturunan. Namun upaya pencegahan penyebaran penyakit ini harus dilakukan secara maksimal.
“Secara akumulasi sampai saat ini penderita kaki gajah ada 74 orang. Yang terdata ini merupakan penderita yang sudah membengkak anggota tubuhnya karena filariasis,” kata Almi Cab.
Dikatakan dia, penyakit yang belum ada obat untuk penyembuhnya ini lebih banyak terjadi di Kecamatan Pemayung ketimbang Bathin XXIV.
Almicab menjelaskan, sebagai upaya memutuskan penyebaran penyakit ini, secara nasional setiap bulan Oktober, yakni selama 5 tahun berturut-turut, yang dimulai sejak 2012 lalu, masyarakat diajak untuk meminum obat secara serentak.
“Tahun 2016 ini merupakan tahun terakhir masyarakat untuk minum obat ini. Kemudian, untuk 2 tahun mendatang dilakukan evaluasi dan melihat hasil pengobatan,” jelasnya.
Menurut Almicab, kesadaran masyarakat mencegah penyebaran penyakit ini cukup tinggi. Saat ini makin banyak masyarakat yang minum obat yang dibagikan secara gratis oleh Dinas Kesehatan Batanghari.
“Di tahun lalu, partisipasi masyarakat untuk turut minum obat ini sudah lebih dari 90 persen, artinya masyarakat sudah memiliki kesadaran tinggi untuk pencegahan penyakit kaki gajah ini,” ujarnya.
(Syahreddy)
