Camat Mersam Lakukan Evaluasi Kinerja Sekaligus Pembinaan Kepada Para Da’i

Inilahjambi.com, BATANGHARI– Guna meningkatkan qualitas dan quantitas kinerja para Da’i dalam lingkup Pemerintah Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari. Pemerintah Kecamatan Mersam menggelar rapat Evaluasi sekaligus Pembinaan kinerja terhadap para Da’i.

Rapat tersebut berpusat di Aula Kantor Camat Mersam yang dihadiri oleh Camat Mersam, Said Saiful Hampa, S.H.,serta turut hadir pada acara itu yakni, Pembina Da’i Kabupaten batang Hari, pengawas Da’i Kabupaten Batang Hari, kasi Kesos beserta staf kecamatan, dan para Da’i se-Kecamatan Mersam.

“Alhamdulillah kami Pemerintah Kecamatan Mersam hari ini melaksanakan evaluasi atau Pembinaan Da’i yang ada di Kecamatan Mersam. Yang mana diikuti oleh 17 orang Da’i dari setiap Desa dan 1 orang Da’i dari Kelurahan yang ada di Kecamatan,” kata Said Saiful Hampa, Camat Mersam. Selasa, (25/10/2022).

Dijelaskan Camat, ia berharap, dengan adanya pertemuan atau Evaluasi terhadap kinerja para Da’i di 17 Desa dan 1 Kelurahan, maka kedepannya dimana kinirja Da’i yang sudah terlaksana dengan baik bisa semakin baik lagi.

“Yang pertama hari ini Da’i itu dianggap elok, kedepannya akan lebih baik lagi sehingga bagaimana mereka menjadi Motivator keikhlasan bekerja, yang tadinya Da’i orang masyarakat ketika para Da’i berada di Desa, ada perubahan. Yang mana yang tadinya masyarakat malas ke Masjid, dengan adanya para Da’i, alhamdulillah kini masyarakat jadi rajin ke Masjid. Artinya sudah menunjukan perubahan-perubahan terhadap Desa yang dibina oleh Da’i,” paparnya.

“Yang kedua, Da’i adalahsebagai mubaliqh (sebagai petunjuk ajar) kepada orang-orang masyarakat Desa itu, sehingga Da’i itu berdir tegak lurus sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam itu, itulah yang dipaparkan ketika Camat membuka acara itu dan penutupan menyarakan kepada Da’i untuk bekerja dengan ikhlas,” lanjutnya.

Pada kesepatan itu , Camat Said Saiful juga berpesan jika dalam menyampaikan Da’wa para Dai menemukan permesalahan terhadap pandangan masyarakat yang belum terbuka pamahamannya, maka sebagai Da’i harus tetap optimis sehingga membuat masyarakat tertarik dengan kegiatan agama.

“Keluhan Da’i pasti ada ketika mereka berda’wa menyampaikan baik itu di Masjid maupun di Musholah, ketika yang undang sekian dan yang datang sekian itu pasti ada. Tapi bagaimana kita merangkul yang tidak datang sehingga dia bisa datang caranya bagai mana, ya para Da’i harus datangi ke rumah masyarakat dan lihat mana saja masyarakat yang membangkang itu wajib di datangi sehingga sampai mereka terpancing di lubuk hatinya tertanam bahwa dirinya tertarik dengan kegiatan keagamaan, minimal dia tidak melarang orang atau isterinya untuk datang ke tempat ajaran para Da’i tersebut,”. tegasnya.

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN