Pekerjaan Jalan Lingkungan Durian Luncuk Ratusan Juta Diduga Asal-asalan
Inilahjambi.com, BATANGHARI– Pekerjaan pembangunan jalan Lingkungan Rt 06 Akses Jalan Madrasah ke Kuburan Rt 04 dan Rt 03 Kelurahan Durian Luncuk, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pinjaman Tahun 2022, dengan nilai Pagu Rp 368.619.000′- diduga asal pengerjaan oleh pihak rekanan dari CV. Musi River.
Hal tersebut diungkapkan langsung secara prihatin oleh warga setempat. Pasalnya, Jalan yang dibangun sepanjang 240 Kilo meter (Km) dan lebar kurang lebih Tiga Meter itu sangat tidak layak hasil pengerjaamnya.
“Pekerjaan jalan kami ini sangat parah hasilnya bang. Masak iya dana pembangunan sebesar itu dengan anggaran yang cukup besar tapi hasilnya seburuk itu, bukannya semen coran itu bang yang ada di jalan, tapi pasir semua itu yang ditempelnya di jalan itu,” sebut beberapa warga setempat dengan rasa kecewah pada Sabtu, (03/12/2022).
Menurut warga setempat, pihak rekanan tidak profesional dalam melakukan pekerjaan itu sehingga hasil dari pekerjaan itu sangat hancur.
“Yang punya kerjaan ini memang kabarnya orang Muara Bulian sebagai pemilik CV nya, tapi yang menjadi pekerja hariannya dilapangan (pemborong) itu orang Durian Luncuk .namun yang disayangkan, kenapa pihak rekanan tidak mencari tenaga (tukang) yang benar-benar paham tentang pembuatan jalan cor (beton),? sehingga jalan ini tidak seperti saat ini hasilnya. Masih mending kalau cuma kelihatan sambungan satu ke sambung berikutnya saja, tapi ini sudah amburadur, pasir-pasir malah yang kelihatan bukannya semen coran. Diaini jelas antara rekanan dengan pemborong cuma mau cari keuntungan yang besar,” ujarnya.
“Kami harap dalam hal ini pihak pemerintah setempat tidak tutup mata saja dengan pengerjaan ini, terutama pihak pemerintah kelurahan dalam hal ini sebagai pengawasan setempat, karena kalau tidak ada ketegasan, maka ini semua sia-sia saja pemerintah keluarkan anggaran, apalagi jelas dana ini dana pinjaman pemda, jangan nanti pinjaman belum di bayar eh jalannya malah sudah hancur,” sambungnya dengan penuh harap.
Sementara itu, selaku Lurah Durian Luncuk, Rahman SP, saat dikomfirmasi terkait bagian salah satu pembantu pengawasan pekerjaan, ia mengatakan sudah sejak awal selalu memberikan ketegasan kepada pihak Rekanan untuk bisa melakukanpekerjaan dengan baik agar hasil jalan yang dikerjakan bermamfaat dengan masa waktu yang panjang.
“Ya benar, ada beberapa titik sih jalan itu kelihatan retak dan bintik-bintik seperti kurang semen, tapi itu sudah saya tegas kan sejak awal pekerjaan kepada Wahyu selaku pihak rekanan agar hasil akhir dari pekerjaan itu bisa sesuai speaknya,”sebut Lurah.
“Kalau kami ini tidak ada wewenang penuh terhadap pembuatan jalan itu, karena itu jalan anggaran APBD pinjaman dari dinas Perkim,” tutupnya.
