Pembangunan Jalan Lingkungan Tak Jelas, Rumah Warga Kelurahan Kembang Paseban Dilanda Banjir

Inilahjambi.com, BATANGHARI- Pasca pembangunan jalan lingkungan di Kelurahan Kembang Paseban, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, tepatnya di jalan lingkungan RT 10, 13, 14 dan 16, banyak rumah warga setempat alami kebanjiran. Minggu (16/10/2022), malam.

Banjir tersebut diketahui berasal dari air hujan yang turun melanda warga setempat sejak malam hari yang mana banjir terjadi diduga akibat pekerjaan jalan yang bersumberkan dari APBD Provinsi atau Aspirasi dari DPRD Provinsi yang dikerjakan asal-asalan, sehingga menyebabkan Dreanase pembuangan air tersumbat dan tingginya dasar pembangunan jalan dari pondasi bangunan rumah warga, menyebabkan banyak rumah warga mengalami banjir hingga mecapai setinggi setengah meter posisi air di dalam rumah.

Seperti yang sempat dipostingkan pada salah satu Sosial Media yakni akun Facebook (FB) milik Nani Suryani terdengar dalam jeritannya mengatakan kata minta tolong kepada pak Lurah setempat karena rumahnya sudah dipenuhi air.

“Oh Pak Lurah, Rumah awak banjir hujan ado sepelet rumah awk lah banjir, ah masuk kedalam rumah ah mati awak Pak lurah. Oh,, kamu tulung dapurlah penuh aek, rumah awak lah lepus. Oh,,, nangis awak Pak Lurah, ibo hati awak kamu yo nianlah gara-gara dibuat urang buat jalan ko,” ungkap Suryani warga RT 16 saat melakukan Live di akun FB nya menggunakan bahasa setempat pada Senin pagi, (17/10/2022).

Menanggapi hal tersebut, saat dikomfirmasi ke pihak Pemerintah Kelurahan, Hafis, Sekretaris Lurah (Seklur) membenarkan adanya beberapa rumah warga yang mengalami kebanjiran akibat hujan.

“Ya ada beberapa rumah warga yaitu di RT 14 dengan RT 16 yang mengalami kebanjiran hingga air memasuki rumahnya,” kata Hafis.

Dilanjutkan hafis, ia menjelaskan jika banjir itu terjadi karena tidak berfungsinya Drainase aliran air karena faktor tersumbatnya di beberapa titik, sehingga membuat air hujan yang meluap sampai masuk ke dalam rumah warga.

“Got yang ada itu rata-rata tersumbat, ditambah lagi jalan yang baru dikerjakan itu timbunan nya tinggi dari jalan sebelumnya, jadi air hujan itu meluap dan tidak mengalir hingga masukan ke rumah warga yang berada di dataran rendah,” jelasnya.

Terkait pihak rekanan yang mengerjakan jalan pemukinan tersebut, haGis mengatakan jika pengerjaan jalan itu sampai saat ini tidak tahu pasti kejelasannya bagai mana.

“Kalau pemborong jalan itu kami sendiri dari kelurahan tidak tahu kelanjutannya, karena terakhir yang kami dapat informasinya jika pihak pemborong jalan itu perginya tanpa sepengetahuan kami, dan tanpa satupun tersisa alat kerjanya yang tinggal. Kalau Pengawasnya kabarnya balik ke rumahnya di Tebo, nah kalau yang lainnya tidak tahu kami, cuma ada kabar mereka punya pekerjaan jalan juga satu lagi di Kabupaten Muaro Jambi,”pungkasnya Hafis.

“Kalau pengerjaan yang ada itu sangat tidak layak, depan rumah saya sendiri saja belum ada diberikan aspal curahnya baru sebatas pengerasan, dan kami lihat yang sudah dilakukan aspal curah itu sangatlah tipus tidak sesuai dengan anggaran yg hampir berjumlah 2 M, padahal di jalan Desa Terusan itu pembangunan jalan yang capai 5 Kilo Meter saja tidak sampai 2M bagus dan rapi, ini hanya panjang 1,4 kilo aspalnya tidak sampai 5CM,” tutupnya.

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN