Pengunduran Diri 12 Perangkat Desa Amplu Mudo Muara Tembesi Diduga Adanya Keterkaitan Politik dan Cerita Masa Lalu
Inilah Jambi- Pasca beredarnya isu sebanyak 12 orang Perangkat Desa Amplu Mudo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari yang melakukan pengunduran diri secara massal berbuntut panjang.
Pasalnya, saat beberapa awak media online mencoba menemui Kepala Desa (Kades) depenitif Amplu Mudo yaitu Amran AK guna untuk mengklarifikasi pengunduran massal tersebut, dirinya membenarkan dan mengatakan, jika pengunduran massal tersebut dilakukan beberapa hari selepas Kades Amran meminta Sekretaris Desa (Sekdes) mempersiapkan data Aset Desa yang diminta untuk dilakukan persiapan serah terima antara Kades lama dan Kades Baru.
“Pengunduran diri pertama kali dilakukan oleh Dua orang perangkat Desa pada tanggal 14 januari 2022, setelah itu disusul lagi sebanyak 10 orang pada tanggal 31 Januari diantaranya termasuklah Sekdes dan Tiga orang Kadus,” kata Kades Amran AK saat dijumpai di ruangannya pada Selasa, (08/02/2022).
“Yang membuat saya kewalahan saat ini, pengunduran massal tersebut dilakukan disaat saya belum melakukan kegiatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) sehingga saya tidak bisa melakukan apa-apa sampai saat ini dan ditambah lagi hingga saat ini, terkait apa saja semua jenis Aset Desa saya tidak sama sekali mengetahui karena, sampai saat ini belum ada sama sekali dilakukan serah terima baik itu Aset Inventaris maupun Aset Pembangunannya kepada saya” sambungnya.
Menurut Amran, dirinya menduga 12 orang perangkat Desa yang ikut mengundurkan diri tersebut sudah terencana dan tertekan akibat keterlibatan politik, sehingga terjadinya pengunduran diri secara massal itu menyebabkan orang Nomor Satu di Desa Amplu Mudo tersebut terpaksa memakai beberapa warga setempat untuk membantunya menjadi staff relawan sebagai pelayan public menjelang adanya keputusan dari Camat Muara Tembesi terkait penjaringan perangkat Desa baru.
“Saya tidak tahu pasti penyebab semua perangkat Desa melakukan pengunduran diri secara bersama, cuma sempat berpraduga apakah pengunduran diri 12 orang tersebut ada kaitannya dengan pelaksanaan Pilkades kemarin, ataukah adanya hubungan keterikatan masalah pembangunan atau anggaran Dana Desa yang bermesalah dimasa lalu karena, sempat saya tanya ke perangkat bagian Aset saat dipertanyakan Semua Aset Desa dia berkata Laptop lagi ngebeleng tanpa menunjukan kepada saya beberapa hari sebelum mengajukan surat pengunduran diri,” papar Amran.
“Yang jelas sampai saat ini semua praduga sering tidak karuan akibat kebingungan yang saya rasakan saat ini,” lanjutnya.
Hanuri, Sekdes saat awak media mencoba menemuinya dan menghubunginya untuk dimintai keterangan kemunduran dirinya selaku Sekdes bersamaan 11 perangkat Desa lainnya belum ada tanggapan, melainkan hanya mengatakan, kemundurannya disebabkan karena tidak sejalan dengan Kades baru.
“Tidak ada masalah lain bang selain merasa tidak sejalan dan tidak nyaman saja bekerja dengan pimpinan yang baru,” tegasnya.
Pewarta: Erpan
