Profil Putra OKU Sumsel yang Dilantik Sebagai Deputi Penindakan KPK

Foto: Brigen. Pol. Drs. Firli saat menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat/Kumparan

Inilahjambi – Brigen. Pol. Drs. Firli yang lahir di Lontar, Muara Jaya, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 8 November 1963 dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK pengganti Irjen. Pol. Heru Winarko.

Sebelum di KPK, Brigjen Firli bertugas sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB). Terpilihnya Firli merupakan akhir dari seleksi calon Deputi Penindakan KPK yang sebelumnya dilakukan secara terbuka.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, prosesi pelantikan diselenggarakan Jumat siang 6 April 2018, di Gedung Merah Putih KPK, bersamaan dengan pelantikan posisi Direktur Penuntutan yang dijabat oleh seorang jaksa bernama Supardi.

“Rencana sekitar pukul 14.00 WIB dilakukan pelantikan terhadap dua pejabat KPK (Deputi Penindakan dan Direktur Penuntutan),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Wakapolri Komjen Pol Syarifudin juga bersuara atas terpilihnya Firli. Ia menilai bahwa Firli pantas menempati posisi tersebut karena latar belakangnya yang dianggap sesuai. Pria kelahiran Prabumulih itu dianggap memiliki pengalaman investigasi serta pengalaman dalam mengikuti pendidikan antikorupsi.

Dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, Firli pernah turut andil dalam mengungkapkan beberpaa kasus. Diantaranya yaitu kasus mafia pajak dengan tersangka Gayus Tambunan yang saat itu dirinya masih berpangkat AKBP dan tergabung dalam tim independen Polri. Selain itu, kala menjabat sebagi kapolda NTB, dia juga menyelesaikan kasus dugaan korupsi perekrutan CPNS K2 yang menyeret Bupati Dompu.

Selain itu, sepak terjang Firli dalam dunia pemerintahan pun terbilang cukup panjang. Sosok jenderal bintang satu Polri ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1990. Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1997 dan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) tahun 2004.

Pada tahun 2001, pria kelahiran 7 November 1963 ini menjabat Kapolres Persiapan Lampung Timur. Empat tahun kemudian karirnya terus berlanjut seiring dengan ditariknya dia ke Polda Metro Jaya untuk menjadi Kasat III Ditreskrimum pada 2005-2006.

Tak sampai disitu, perwira yang berpengalaman di bidang reserse ini juga pernah menduduki posisi Kapolres di Kebumen dan Brebes.

Kinerja yang baik membuat Firli dipercaya menjadi Wakapolres Metro Jakarta Pusat di tahun 2009. Belum genap satu tahun menjabat, Firli akhirnya didapuk menjadi Asisten Sekretaris Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Setelah satu tahun, tepat di 2011 Firli memutuskan keluar dari istana dan kembali ke dunia kepolisian. Posisi yang diembannya saat itu menjadi Direskrimsus Polda Jawa Tengah. Selanjutnya pada 2012, Firli diminta untuk menjadi ajudan Wakil Pesiden RI yang saat itu sedang diduduki oleh Boediono.

Dengan pangkat komisaris besar, Firli berhasil menjabat sebagai Wakapolda Banten di tahun 2014 dan menggantikan Brigjen Pol Umar Septono untuk menjadi kapolda NTB di tahun 2017.

Brigjen Filri dan Sapardi mengucapkan sumpah secara Islam. Baik Firli maupun Supardi, bersumpah menjalankan tugas dengan integritas. Ketua KPK Agus Rahardjo berlaku sebagai pengambil sumpah.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung, dengan rupa atau dalih apa pun juga tidak memberi atau menyanggupi, akan memberi sesuatu kepada siapa pun juga. Bahwa saya akan setia dan taat kepada negara Republik Indonesia,” ujar Firli dan Supardi bersamaan.

“Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian dari siapa pun juga, atau pemberian berupa apa pun juga, dari siapa pun juga, yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal, yang bersangkutan, atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya,” lanjut keduanya.

Usai mengikrar sumpah, keduanya kemudian mengucap pakta integritas secara bergantian. Setelah itu dilakukan penandatanganan berita acara, yang disambung dengan penandatanganan oleh Agus Rahadjo.

Pelantikan ini juga dihadiri pimpinan KPK lainnya yaitu Saut Situmorang, Basaria Pandjaitan, dan Alexander Marwatta. Selain itu ada pula Sekjen KPK R Bimo Gunung Abdul Kadir, Direktur Pencegahan Pahala Nainggolan dan jajaran penasihat KPK.

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto serta Kepala BNN Irjen Heru Winarko juga tampak hadir menyaksikan pengambilan sumpah tersebut.

Firli terpilih sebagai Deputi Bidang Penindakan, mengeliminasi 2 kandidat lainnya lewat seleksi wawancara dengan Pimpinan KPK. Dua orang yang disingkirkannya adalah jaksa Wisnu Baroto dan Witono.

 

(Sumber okezone dan detik. com)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN