Proyek Sumur Bor Senilai Rp48 Miliar di BWSS VI Dimonopoli 1 Kontraktor?

ilustrasi

Inilahjambi – Proses lelang kegiatan di Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) menuai protes. Diduga, sejumlah paket kegiatan sumur bor di BWSS VI, dimonopoli oleh seorang rekanan inisial N.

Sumber yang mewanti-wanti namanya tak disebut di media mengatakan, kegiatan 48 sumur bor itu dalam bidang air baku. Anggaran total 48 sumur bor tersebut mencapai sekitar Rp35 miliar.

Baca juga : Lagi, Warga Temukan Ratusan e-KTP dalam Karung Dimainkan Anak Anak

“Satu orang diduga memonopoli kegiatan ini. Orang lain tak ada peluang untuk menawar lagi,” kata sumber yang juga pengusaha konstruksi di Jambi ini, dilanisr serujambi media partner inilahjambi, Selasa 11 Desember 2018.

Masih menurut sumber, modus monopoli kegiatan ini sudah dilaksanakan oleh oknum rekanan itu sejak perencanaan. Bahkan, ketika survei lokasi, rekanan tersebut pula yang mendanai tim.

“Masak yang danai survei kontraktor, apakah BWSS VI tidak ada anggaran survei?” ujarnya, lagi.

Menurutnya, praktek seperti ini sangat merugikan kontraktor lain. Malah, ini sudah bisa masuk ke ranah komisi pengawas persaingan usaha (KPPU).

“Kita lihat saja nanti di tender, kalau memang dia (oknum rekanan) dan Cs-nya yang menang, berarti sah ini ada kongkalikong dari awal dengan panitia,” tutupnya.

Terpisah, Kepala BWSS VI, Nur Fajri, dikonfirmasi terkait ini menanggapi dengan santai.

“Masak monopoli, harusnya bagi-bagi lah…,” kata Fajri dihubungi via ponselnya Selasa pagi.

Setelah diterangkan soal kegiatan 48 sumur bor yang diduga ada kongkalikong antara oknum rekanan dengan panitia, Fajri mengaku tidak tahu.

“Nanti saya cek,” jelasnya, singkat.

Bagikan
HOT NEWS