Riset ITDP, Jembatan Pedestrian di Gentala Arasy Jadi Ikon Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Indonesia

Inilahjambi – Sebuah lembaga internasional Institute For Transformation and Development Policy (ITDP) Indonesia, menyusun daftar kota ramah pejalan kaki di Indonesia.

Dalam sebuah wawancara dengan ITDP, seperti dikutip dari direktori situs wisata. wego, disebutkan kota Jambi sebagai salah satu dari 5 kota di Indonesia yang paling ramah pejalan kaki.

Dalam wawancara itu disebutkan, fasilitas pejalan kaki, bukan hanya trotoar, tapi juga akses jalan ke berbagai tujuan yang nyaman., seperti akses dari jalan kecil atau gang menuju halte transportasi umum, rasio persentase total jalan yang dibangun khusus untuk kendaraan pribadi dan untuk bersama (roadway), serta akses pejalan kaki untuk masuk suatu bangunan.

Semakin dekat jarak yang harus ditempuh untuk menuju suatu lokasi dengan berjalan, semakin nyaman kota tersebut untuk pejalan kaki

Kota Jambi sendiri bersanding dengan kota-kota lain di Indonesia seperti Bogor, Solo, Malang, dan Semarang.

Kawasan pedestrian terbaik versi FNF Indonesia di Jambi adalah Jembatan Pedestrian yang terhubung dengan Menara Gentala Arasy.

Jembatan khusus pejalan kaki itu terbentang sepanjang 530 meter di atas Sungai Batanghari dengan bentuk seperti huruf ‘S’.

Di ujung jembatan ini terdapat sebuah menara bernama Gentala Arasy. Menara ini merupakan museum yang menceritakan tentang sejarah perkembangan Islam di Jambi.

Di sisi lain jembatan juga terdapat pusat jajanan untuk wisatawan yang ingin wisata kuliner. Makanya tidak salah kalau area ini menjadi salah satu ikon Jambi sekaligus tujuan wisata yang populer.

Menghabiskan sore hari di Jambi rasanya kurang jika tidak berjalan kaki sambil menikmati matahari tenggelam di jembatan ini, tulis wego.co.id.

Selain Jambi, berikut 4 kota lain yang dinobatkan sebagai kota paling ramah pejalan kaki.

Bogor

Kota Bogor bisa jadi salah satu alternatif buat kamu yang ingin pergi wisata berjalan kaki. Pertengahan Juni 2016 lalu, Bogor memulai pembangunan kota menuju ke arah transportasi ramah lingkungan yang mendorong masyarakat untuk berjalan kaki, bersepeda dan menggunakan angkutan umum. Salah satu proyek yang telah selesai dikerjakan adalah trotoar di sekitar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor.

Dari Stasiun Bogor kini kamu sudah bisa berjalan kaki menuju Kebun Raya Bogor. Sambil menelusuri trotoar tersebut kamu juga bisa melihat-lihat rusa yang bermunculan di halaman Istana.

Solo

Di Solo, tepatnya Jalan Slamet Riyadi, terdapat jalur pejalan kaki yang rindang dan berudara sejuk. Setiap beberapa meter juga terdapat kursi taman yang nyaman untuk beristirahat. Jika menyusuri jalan sepanjang 3,5 km ini, kamu bisa menemukan beberapa tempat wisata sekaligus, seperti Taman Sriwedari dan Museum Radya Pustaka Surakarta.

Semarang

Dibawah pimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, Semarang mulai melakukan program penataan kawasan pusat kota yang mengandalkan trotoar dengan street furniture (pelengkap jalan) seperti pot bunga, kursi, lampu, dan lain-lain. Beberapa ruas trotoar juga dilengkapi dengan ornamen bola-bola yang membuat jalan tersebut semakin indah. Saat ini, trotoar di Jalan Veteran, Jalan Diponegoro, Jalan Madukoro, serta Jalan Imam Bonjol bisa kamu susuri untuk berjalan kaki menyusuri pusat Kota Lumpia. Ke depannya, Semarang akan terus mempercantik setiap sudut trotoar untuk memberi kenyamanan kepada warga dan juga wisatawan.

Malang

Di Malang, terdapat sebuah jalan yang pernah disebut sebagai kawasan paling cantik di Hindia Belanda, yaitu Ijen Boulevard. Jalan tersebut merupakan salah satu peninggalan Belanda yang masih terjaga keindahannya hingga saat ini. Ijen Boulevard merupakan jalur hijau yang sisi jalannya ditanami bunga bougenville. Rumah-rumah bergaya kolonial Belanda yang masing-masing memiliki taman juga menambah kecantikan Ijen Boulevard.

Taman ini dibangun untuk membatasi rumah dengan jalur pejalan kaki. Selain itu, trotoar dan jalan pun dibatasi oleh deretan pohon palem. Baiknya penataan jalan dari segi estetika dan kemudahan akses ke jalan-jalan sekitar menjadikan Ijen Boulevard sebagai salah satu kawasan pedestrian terbaik versi FNF Indonesia.

 

 

(Olivia Admira/sumber: wego. co. id)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN