Wed. Jan 23rd, 2019

Rumahnya Digeruduk Polisi, Andi Arief: Apa Salah Saya? Ini Bukan Negara Komunis…

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief/net

Inilahjambi – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengaku rumahnya digeruduk polisi dari Polda Lampung. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun twitter.

“Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan,” tulis Andi Arief, Jumat 4 Januari 2019.

Andi menyebut dia diperlakukan seperti teroris. Meski tak dirinci perlakuannya seperti apa.

“Pak Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa. Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan diperlukan,” lanjutnya.

Ini bukan negara komunis. Penggeudukan rumah saya di lanpung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden.

Dalam kesempatan sebelumnya, Andi menyebut membuat cuitan itu justru dengan harapan KPU atau pihak terkait mengecek kebenarannya. Dia tidak bermaksud menyebarkan hoaks. Lalu setelah dipastikan hoaks, Andi menghapus cuitannya.

Andi Arief memicu kegegeran karena mencuit ada informasi 7 kontainer memuat surat suarat tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta. Setelah dicek KPU, kabar itu hoaks.

Kasus ini lalu bergulir di Bareskrim Polri atas laporan KPU dan relawan Jokowi. Salah satu bukti untuk mengusutnya adalah cuitan Andi Arief yang sudah dihapus. Meski, dalam hal ini KPU tidak melaporkan Andi, tapi peristiwa hoaksnya.

Baca juga: Dua Penyebar Hoaks Surat Suara Dibekuk Bareskrim Polri

 

Sudah dibagikan