Tidak Menyerahkan Buku Rekening Milik Pemdes Benteng Rendah, Ini Penjelasan Kaur Keuangan

Inilah Jambi – Terkait permesalahan serah terima Aset inventaris dari Pejabat Sementara (Pjs) Kades kepada Kepala Desa terpilih 2021 Desa Benteng Rendah, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari yang dikabarkan tidak adanya penyerahan Rekening tabungan Pemerintah Desa (Pemdes), Erwin Saputra, kaur keuangan bantah dan katakan hal demikian tidak lah benar seperti apa yang sempat di kabar beritakan dalam salah satu media online yang terbit pada Sabtu, (15/01/2022).

“Saya selaku Kaur Keuangan Pemerintah Desa Benteng Rendah tidak pernah bermaksud menahan ataupun berniat untuk melalukan hal buruk terhadap isu Rekening Tabungan Desa yang tidak iikut diserahkan kepada Kades terpilih saat pelaksanaan serah terima Aset ataupun inventaris milik Pemdes seperti apa yang sudah dikatakan dalam media online,” sebut Erwin selaku penganti tugas kaur keuangan Desa Benteng Rendah saat di komfirmasikan oleh awak media ini. Minggu, (16/01/2022)

“Sampai saat ini sejak saya mengundurkan diri sejak awal bulan Desember 2021 kemarin, semua uang yang ada di rekening tabungan milik Desa semua masih utuh dan tanpa ada yang disalahgunakan oleh siapa saja dan yang perlu dipahami, Pemdes Benteng Rendah tidak ada yang namanya buku rekening seperti apa yang difikirkan oleh orang yang bukan Perangkat Desa yang mungkin menggira Buku rekening itu adalah berbentuk Buku tabungan seperti milik orang pribadi, namun yang ada itu hanya Nomor rekening saja yang dipegang selaku Kaur Keuangan,” sambung Erwin.

Erwin juga menjelaskan, dirinya tidak lama menjabat sebagai Kaur Keuangan, karena yang mejabat sebenarnya sebagai Kaur Keuangan yaitu bernama Hapis, namun dikarenakan adanya rolling atau mutasi jabatan selanjutnya ditunjuklah oleh PJS Kades kepada dirinya untuk mengisi kekosongan pada Kaur Keuangan Desa terhitung sejak April 2021.

“Saya menjadi Kaur Keuangan terhitung sejak April 2021 dan itu karena ditunjuk oleh Pjs Kades Asnawi karena, Hapis selaku Kaur Keuangan yang sebelumnya di mutasikan oleh (Pjs) Kades jabatannya kepada saya, ” jelasnya.

” Selanjutnya sejak April saya menjabat, saya menerima uang dari Hapis yang diserahkan kepada saya sebanyak Rp. 2 juta dan dari bulan April sampai Desember ada sebanyak Rp.16 Juta uang yang saya terima yang bersumber dari sumbangan atau Pendapatan Asli Desa yang berasal dari Petani yang memiliki kebun Sawit yang melintasi jalan Pemda dengan jumlah sumbangan Rp. 2 juta 500 ribu perbulan dengan tujuan Rp. 2juta untuk Pemdes dan Rp. 500 ribu untuk Karang Taruna, sehingga semasa saya jadi Kaur Keuangan saya mendapati setoran PAD sebanyak Rp.18 Juta yang dinamakan Uang PAD dan terkait uang rencana pembangunan Rumah Adat yang belum terealisasi, semua itu masih utuh dan tidak sama sekali di ganggu dari rekening oleh Pemdes karena, Tanah Hiba tempat pembangunannya belum pasti lokasinya,” sambung Erwin.

Masih kata Erwin, terkait alasan belum adanya penunjukan dari Kades Depenitif untuk menjabat sebagai Kaur Keaungan yang baru, maka daripada itu, dirinya belum bisa memberikan Nomor Rekening yang ia pegang, karena permesalahan penyerahan Nomor Rekening Desa tidaklah asal diberikan begitu saja.

“Kalau untuk Nomor Rekening memang belum saya berikan, karena sampai saat ini Staff Kaur Keuangan masih kosong belum sama sekali ada yang mengisikan karena Kades Herman belum menunjuk ataupun menyaring untuk posisi kekosongan Kaur Keuangan itu,” pungkasnya

Kemudia Herman sebagai Kades Terpilih saat dijumpai diruangannya pada Kamis (13/01), dirinya mengatakan memang belum ada menunjukan siapa yang bakal menjadi Kaur Keuangan, karena dirinya masih menunggu petunjuk baik dari Camat maupun dari Pendamping Desa.

Pewarta : Erpan

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN