Fri. Mar 22nd, 2019

Video Ucapan Guru Besar UI Sebut Jokowi Presiden Terlemah Dalam Sejarah Indonesia Viral Lagi

Guru Besar FISIP Universitas Indonesia Arbi Sanit/ist

Inilahjambi – Pernyataan Guru Besar FISIP Universitas Indonesia Arbi Sanit yang menyinggung gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo kembali beredar di media sosial, jelang debat pertama pilpres.

Video Arbi Sanit itu diambil dari seri tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) tahun 2015. Tema yang diangkat “KPK-Polri: Tepatkah Keputusan Jokowi?” untuk menyikapi pembatalan Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Baca lagi: “Pembelaan” Jokowi Terhadap KPU Berpotensi Menimbulkan Konflik Kepentingan

Arbi Sani menyoroti gaya kepemimpinan Joko Widodo dalam menyikapi konflik di dua lembaga tersebut. Menurutnya, Jokowi mengalami defisit kekuasaan sehingga tidak bisa mengatasi masalah dengan baik.

“Defisit kekuasaan, kekuasaannya nggak cukup, di bawah standar, nggak mencukupi untuk jadi pemimpin negara yang rumit besar seperti ini,” terangnya.

Power yang dimiliki Jokowi sebagai seorang presiden terlalu sedikit. Sebab, Jokowi hanya mengandalkan blusukan atau menjaring kekuatan dari rakyat yang mengambang. Dukungan ini tidak bisa dimobilisasi saat dia memerlukan.

Baca juga: ICW Curigai Sumber Dana Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin

“Tidak punya partai, pengalaman di tingkat nasional minim. Dia tidak punya teman di elite. Dia hanya bisa mengandalkan otoritas sebagai presiden,” jelas Arbi.

Jokowi, sambung Arbi, hanya orang yang bernasib baik. Ini mengingat karir Jokowi yang terbilang cepat di dunia politik. Arbi bahkan menyebut mantan walikota Solo itu sebagai presiden kebetulan.

“Jadi ini presiden kebetulan, Presiden terlemah di sejarah Indonesia. Dengan Megawati pun, ini (lebih) lemah. Apalagi dengan Gus Dur,” lanjutnya.

Video ini, kini tersebar di berbagai media sosial atau sepekan sebelum debat pilpres pertama digelar.

 

 

Sudah dibagikan