Dinilai Ganggu Ketertiban Umum, Warga Ini Akan Polisikan Kontraktor Proyek Jalan Sunan Giri Kota Jambi
Inilahjambi, KOTA JAMBI – Sejumlah warga Kota Jambi yang biasa melintasi jalan Sunan Giri dari arah Arizona atau Paal V, mengeluh dengan kondisi jalan yang tengah diperbaiki.
Pasalnya, kontraktor seperti abai terhadap keselamatan warga dan pengendara yang melintasi jalan tersebut. Serakan material; batu split, kerikil, pasir dan besi behel dengan ukuran besar berserakan di jalan tersebut, termasuk sejumlah alat berat.
Sementara itu tidak ada penutup lubang galian di kanan kiri jalan, yang akan dibuat drainase. Kondisi ini sangat membahayakan warga dan pengendara. Terutama saat ini musim hujan, sehingga lubang jalan kerap terisi air hujan hingga penuh dan menutupi lubang.
“Bisa-bisa kita kejeblos dalam lubang dalam itu, bahaya sekali mana banyak besi. Tak ada penutup atau penerangan lubang itu kalau malam hari. Arogan sekali kontrkator ini,” ujar Septi, warga Kota Jambi kepada inilahjambi, Rabu 3 Mei 2017.
Pantauan inilahjambi di lokasi, jalan alternatif dari arah Paal V yang digunakan pengendara yang melintas jalan Suna Giri adalah Lorong Pendekar dan Lorong Tembus di kawasan itu. Pihak kontraktor tidak menyediakan penunjuk arah alternatif sama sekali.
“Banyakpun proyek jalan di Kota Jambi ini, tapi tak seperti inipun. Kacau sekali kontraktor ini. Dikiranya jalan bapak moyangnya,” ujar Beni, pengendara lain dengan logat Batak.
Menurut dia, seharusnya material proyek tidak perlu ditumpuk dan berserak di tepi jalan. Seharusnya, pihak kontraktor menyediakan angkutan untuk menaik dan menurunkan material dan alat berat. Seharusnya proyek diamankan dengan penutup dari seng atau papan.
Baca juga:
“Jadi ketika mau dicor barang itu, baru datangkan material atau alat beratnya. Kalau sedang mengerjakan yang lain, material itu tak perlu disana. Jangan belum apa-apa sudah diserakkan, mengganggu sekali,” katanya.
Dia mengaku akan mempersoalkan proyek itu. Sebab proyek tersebut sudah mengganggu ketertiban umum, dan berpotensi mencelakai warga dan pengendara.
“Ini proyek bakal aku kasuskan, sudah mengganggu ketertiban umum. Coba kau bilang sama kontraktornya ya. Sebelum jatuh korban dari warga,” kata Beni kepada inilahjambi.
Belum ada keterangan dari kontraktor pelaksana proyek tersebut terkait keluhan warga. Penelusuran inilahjambi menemukan, proyek tersebut merupakan proyek lanjutan peningkatan Jalan Sunan Giri, oleh Pemerintah Kota Jambi yang dikerjakan oleh PT Air Panas Semurup. Nilai proyek awal mencapai Rp 5 Milyar lebih, sementara proyek lanjutan tahun 2017 ini mencapai Rp 1,12 Milyar lebih.
(Nurul Fahmy)
